Minyak Diperdagangkan di dekat Level 2 Minggu Terendah Terkait Stok Minyak Mentah AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan di dekat level dua minggu terendah sebelum data mingguan pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok naik di negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia tersebut.

Futures sedikit berubah di New York setelah turun 2,2 persen pada hari Selasa. Stok mungkin meningkat 500.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi Rabu. Industri yang didanai American Petroleum Institute melaporkan stok turun 5,6 juta barel, sementara stok bahan bakar naik.

Minyak menutup tahun dengan rekor penurunan ?terbesar dalam dua tahun pada tahun 2015 seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak secara efektif meninggalkan batas output tidak berubah di tengah surplus global. Analis dari Citigroup Inc untuk UBS AG memprediksi minyak mentah Grup bisa jatuh ke dekat level $ 30 selama beberapa bulan ke depan, sementara stok AS tetap lebih dari 130 juta barel di atas rata-rata lima tahun.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari berada di level $ 36,07 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 10 sen, pada pukul 01:46 siang waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan 79 sen ke level $ 35,97 pada Selasa, yang merupakan penutupan terendah sejak 21 Desember. Jumlah volume perdagangan yakni sekitar 14 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga turun 30 persen tahun lalu.

Brent untuk pengiriman Februari adalah 5 sen lebih tinggi pada level $ 36,47 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kontrak turun 80 sen, atau 2,2 persen, ke level $ 36,42 pada hari Selasa. Minyak mentah patokan Eropa ini berada di premi 44 sen untuk WTI. (sdm)

Sumber: Bloomberg