Minyak Diperdagangkan Dekat $ 43 Per Barrel Jelang Data Stok Minyak AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan mendekati $ 43 per barel jelang laporan mingguan persediaan minyak mentah pemerintah AS dan data produksi.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah tergelincir 2,5 persen pada Senin kemarin, penurunan pertama dalam lima hari. Stok minyak mentah AS mungkin membesar sampai 1,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration Rabu besok. Pasar minyak mensinyalir bahwa harga telah melemah, bahkan pertumbuhan permintaan diperkirakan melambat tahun ini, menurut seorang eksekutif senior di Vitol Group, seorang pedagang sektor energi.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni 6 sen lebih rendah pada $ 42,58 per barel di New York Mercantile Exchange pada 16:22 sore waktu Melbourne setelah naik sebanyak 1,2 persen sebelumnya. Kontrak kehilangan $ 1,09 ke $ 42,64 pada hari Senin setelah menguat 9,9 persen empat sesi sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar tiga kali lipat rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman Juni 7 sen lebih rendah pada $ 44,41 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium dari $ 1,86 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg