Minyak Dekati Level Terendah Akibat Melimpahnya Persediaan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan mendekati level terendahnya dalam hampir seminggu terakhir seiring dengan persediaan minyak mentah AS meningkat tajam dalam 14 tahun terakhir, memperluas dari rekornya.

Kontrak berjangka naik 1,3 % di New York, memangkas penurunan kemarin sebesar 6,6 %. Persediaan minyak melonjak sebanyak 10,95 juta barel pada pekan lalu, kenaikan volume terbesar sejak Maret 2001 silam, menurut Administrasi Informasi Energi. Pasar global akan membutuhkan “waktu” untuk mengembalikan keseimbangan, menurut Nasser Al-Dossary, penasihat menteri minyak Arab Saudi, yang termasuk eksportir minyak mentah terbesar di dunia.

Terhentinya pemulihan minyak di tengah spekulasi melimpahnya minyak mentah global yang mendorong harga minyak hampir 50 % lebih rendah pada tahun 2014 akan bertahan. Persediaan minyak mentah AS telah naik menjadi 482.400.000 barel, yang merupakan kenaikan terbesarnya dalam data mingguan EIA sejak Agustus 1982. Output bangsa juga mengalami rebound mendekati rekor tercepatnya, menurut kelompok statistik Departemen Energi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei naik 66 sen ke level $ 51,08 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 50,94 pada pukul 10:44 pagi waktu Sydney. Kontrak kemarin jatuh $ 3,56 ke level $ 50,42, penutupan terendah sejak 2 April lalu. Volume perdagangan adalah sekitar 70 % di bawah rata-rata 100-hari. Harga minyak telah turun 4,4 % sepanjang tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan Mei naik sebanyak 63 sen atau 1,1 %, ke level $ 56,18 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak brent kemarin melemah $ 3,55 ke level $ 55,55. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium sebesar $ 5,14 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg