Minyak Coba Bangkit Ditengah Pelambatan Ekonomi

minyak-reutersRIFAN FINANCINDO – Harga minyak mencoba bangkit setelah mengalami penurunan di awal pekan. Selasa (22/10) pukul 07.30 WIB, harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 53,49 per barel, naik 0,34% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 53,31 per barel.

Kemarin, harga minyak turun hampir 1% terdorong oleh pernyataan pejabat Amerika Serikat tentang keprihatinannya terhadap perang dagang AS-China yang menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi. Alhasil, kondisi ini diprediksi akan mengurangi permintaan minyak dunia.

Selain itu, harga minyak melorot karena Menteri Perdagangan AS menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan awal tidak perlu diselesaikan bulan depan, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan ia ingin menandatangani kesepakatan ketika bertemu pemimpin China pada pertemuan APEC November mendatang.

Menambah ketegangan, China tengah mencari cara untuk membalas sanksi bagi AS karena ketidakpatuhannya terhadap putusan WTO dalam kasus tarif di era Obama.

“Kompleksitas ini etap terperangkap dalam kisaran perdagangan yang ketat di tengah tarik ulur antara pengaruh dukungan dari perdagangan saham yang stabil dan pengaruh bearish dari kekhawatiran kelanjutan perang dagang utama yang dapat memaksa perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan ekonomi global,” ujar Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates dalam sebuah laporan yang dikutip Reuters.

 

Sumber : kontan