Minyak Bukukan Gain Pertamanya

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak ditutup lebih tinggi pada Kamis ini, karena harapan baru untuk kesepakatan produksi minyak mentah di antara produsen utama dan penurunan mingguan tak terduga dalam persediaan minyak mentah di luar AS memicu rebound harga setelah penurunan tiga sesi.

Minyak mentah West Texas Intermediate Desember naik sebesar 54 sen, atau 1,1%, untuk menetap di level $ 49,72 per barel di New York Mercantile Exchange setelah mengalami penurunan lebih dari 3% selama tiga sesi terakhir perdagangan. Harga menetap di level terendah tiga minggu $ 49,18 pada hari Rabu. Desember Brent di London ICE Futures ditransaksikan di 49 sen, atau 1%, ke level $ 50,47 per barel.

Diantara produk yang diperdagangkan di Nymex Kamis, bensin November naik kurang dari setengah persen ke level $ 1,487 per galon, sementara minyak pemanas November naik 1,9 sen, atau 1,2%, ke level $ 1,570 per galon.(MarketWatch)

 

Minyak Dunia Menguat Didukung Harapan Baru Kesepakatan Pengurangan Produksi

Harga minyak dunia berakhir menguat pada Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), di tengah harapan baru untuk kesepakatan untuk mengurangi produksi di antara anggota OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak).

Mengutip Antara, Jumat 28 Oktober, harga minyak telah berada di bawah tekanan dalam tiga sesi sebelumnya, setelah Menteri Minyak Irak Jabar Ali al-Luaibi menyatakan pada hari Minggu bahwa negaranya, produsen terbesar kedua di OPEC, ingin dibebaskan dari pemotongan produksi karena membutuhkan lebih banyak dana untuk memberantas kelompok militan ISIS.

Harga minyak mentah terangkat pada Kamis setelah para menteri energi dari Arab Saudi dan sekutunya di Teluk, mengatakan mitra mereka Rusia minggu ini bersedia untuk mengurangi output minyaknya hingga empat persen, menurut laporan media.

OPEC pada bulan lalu sepakat untuk memperkecil produksi minyak menjadi 32,5 juta barel per hari dari tingkat saat ini 33,24 juta barel per hari guna meningkatkan pasar. Kelompok ini akan menyepakati tingkat konkret produksi untuk masing-masing negara pada pertemuan resmi berikutnya di Wina pada November.

Harga minyak juga mendapat dukungan setelah data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah AS secara tak terduga melemah pekan lalu. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa cadangan minyak mentah AS kehilangan 600.000 barel pekan lalu, bertentangan dengan konsensus pasar untuk peningkatan 1,7 juta barel.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember mengalami penguatan sebanyak USD0,54 menjadi menetap di USD49,72 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember mengalami kenaikan sebanyak USD0,54 menjadi ditutup pada harga USD50,47 per barel di London ICE Futures Exchange. ( ekonomi.metrotvnews.com )