Minyak Brent Naik

7f807a15-9c11-49df-b282-bd3fe5ea0c81_169RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (16/12). Sejumlah pihak berspekulasi permintaan minyak mentah global meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan China menyepakati damai perang dagang fase pertama.

Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent naik sebesar 0,2 persen atau 12 sen ke level US$65,34 per barel. Begitu juga dengan harga minyak WTI yang menguat 0,2 persen ke level US$60,21 per barel.

AS dan China mengumumkan perjanjian damai dagang fase pertama pada Jumat (13/12) lalu. Pejabat AS menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mengurangi sejumlah tarif bea masuk impor terhadap produk China.

Sementara, China juga sepakat untuk menaikkan pembelian produk barang-barang AS. Hal ini merupakan poin-poin kesepakatan dalam perjanjian perdagangan AS dan China.

Analis Price Futures Group di Chicago Phil Flynn mengatakan kesepakatan itu bisa mengerek permintaan minyak global. Hanya saja, pasar masih mencermati dampak dari perjanjian AS dan China.

“Pasar berhenti sejenak untuk mencerna kesepakatan perdagangan AS dan China. Kami mencoba untuk berkonsolidasi untuk melihat apakah dapat bertahan di atas US$60 per barel sebelum mendapatkan harga lebih tinggi,” ungkap Flynn, dikutip Selasa (17/12).

Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan China setuju untuk membeli produk pertanian AS senilai US$32 miliar selama dua tahun ke depan. Kesepakatan perdagangan AS dan China ini akan diteken pada pekan pertama Januari 2020.

Namun, pejabat China tak memberikan pernyataan terkait jumlah produk pertanian yang akan dibeli dari AS.

Sentimen ini telah menjadi angin segar bagi harga minyak sejak akhir pekan lalu. Pada Jumat (13/12), harga minyak Brent naik 1,6 persen atau US$1,02 per barel ke level US$65,22 per barel dan WTI menguat 1,5 persen atau US$0,89 per barel menjadi US$60,07 per barel.

 

Sumber : cnnindonesia