Minyak Bertahan Diatas $ 45 Terkait Jatuhnya Produksi AS ke 18-Bulan Terendah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan mendekati penutupan tertingginya dalam lebih dari lima bulan terakhir setelah data pemerintah AS menunjukkan produksi minyak mentah mereka menurun.

Minyak berjangka sedikit berubah di atas $ 45 di New York setelah naik 6,3 persen dua sesi sebelumnya. Produksi menurun untuk minggu ketujuh ke level terendahnya sejak Oktober 2014, menurut laporan dari Energy Information Administration. Stok membesar dan impor turun. Rusia dapat mengambil bagian dalam Organisasi pertemuan Negara Pengekspor Minyak yang dijadwalkan bertemu di bulan Juni ‘untuk membahas pengurangan jumlah produksi, menurut laporan Interfax.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni berada di $ 45,20 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 13 sen, pada 10:43 pagi waktu Melbourne. Kontrak tersebut naik $ 1,29 ke $ 45,33 pada hari Rabu, penutupan tertingginya sejak 4 November. Jumlah volume perdagangan sekitar 67 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman Juni 16 sen lebih rendah pada $ 47,02 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak yang berakhir Jumat, meningkat 3,2 persen menjadi $ 47,18 Rabu kemarin. Minyak berjangka yang Semakin aktif untuk Juli turun 16 sen menjadi $ 46,77. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium dari $ 1,82 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg