Minyak Bersiap untuk Gain Mingguan Kedua terkait Output Minyak AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menuju kenaikan mingguan kedua seiring produksi minyak mentah AS terus menurun dan kebakaran hutan di Kanada menyebar.

Futures di New York menguat pada hari Jumat dan naik sekitar 5 persen untuk minggu ini. Output AS jatuh untuk minggu kesepuluh ke level terendah sejak September 2014 seiring penggunaan bensin meningkat sebelum periode permintaan musiman, Administrasi Informasi Energi mengatakan Rabu. pemadam kebakaran berhasil mempertahankan operasi minyak pasir Suncor Energy Inc dan Syncrude Canada Ltd dan hujan memberikan sedikit bantuan meskipun kobaran api menyebar ke hutan terpencil di timur.

Minyak sudah melonjak lebih dari 80 persen sejak merosot ke level terendah dalam 12 tahun pada awal tahun ini menyusul tanda-tanda surplus global akan mereda seiring penurunan produksi AS. Pasar berubah menjadi defisit lebih awal dari yang diharapkan berkat gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan, menurut Goldman Sachs Group Inc.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni, yang berakhir Jumat, naik 46 sen ke level $ 48,62 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 9:01 pagi waktu Hong Kong. Total volume perdagangan yakni sekitar 47 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak aktif Juli, bertambah 45 sen ke level $ 49,12.

Brent untuk pengiriman Juli berada 42 sen, atau 0,9 persen lebih tinggi ke level $ 49,23 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut menguat 2,8 persen minggu ini dan sedang berada di jalur untuk kenaikan mingguan kedua. Minyak mentah patokan global in berada di premi 6 sen untuk WTI bulan Juli. (sdm)

Sumber: Bloomberg