Minyak Berjuang Naik Jelang Pengeboran AS

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah stabil naik di sesi Asia pada hari Jumat dengan investor terfokus pada data jumlah pengeboran AS dalam seminggu.

Minyak mentah AS di Bursa Perdagangan New York naik tipis 0,02% menjadi $50,64 per barel.

Pekan lalu, penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes menyatakan jumlah pengeboran sumur minyak AS di minggu lalu naik 4 menjadi 432, menandai penguatan 15 kalinya dalam 16 minggu.

Semalam, harga minyak jatuh akibat para pedagang mengambil keuntungan setelah reli di sesi sebelumnya terpicu oleh pengurangan besar yang tiba-tiba dalam persediaan minyak AS di minggu lalu dan harapan pemangkasan produksi oleh produsen utama.

Acuan global Brent berjangka di Bursa Intercontinental berakhir di $51,41 per barel.

Harga minyak reli pada hari Rabu, dengan minyak mentah AS menetap di level tertinggi 15 bulan setelah Badan Administrasi Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak AS turun 5,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 14 Oktober.

Hal itu dibandingkan dengan perkiraan peningkatan persediaan sebesar 2,7 juta barel.

Jumlah persediaan minyak mentah AS berada di 468,7 juta barel pada pekan lalu, kata EIA. Laporan itu muncul setelah kelompok industri American Petroleum Institute mengatakan Selasa malam bahwa stok minyak mentah AS turun mengejutkan 3,8 juta barel di pekan lalu.

Penurunan persediaan minyak tersebut menambah optimisme atas pemotongan produksi yang direncanakan oleh produsen utama.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak OPEC mengumumkan di akhir bulan lalu bahwa ia rencana awal untuk membatasi produksi ke range 32,5 juta hingga 33,0 juta barel per hari.

OPEC diharapkan menyelesaikan rincian pemangkasan produksi yang diusulkan dalam pertemuan organisasi itu pada 30 November nanti.

Namun banyak analis pasar tetap skeptis atas kesepakatan tersebut, di tengah ketidakpastian bagaimana perjanjian itu akan dikoordinasikan.

Minyak Berjangka Berakhir Turun Dari 15-Bulan Tertingginya

Minyak berjangka ditutup lebih rendah pada hari Kamis, kembali melemah setelah mencapai 15 bulan tertingginya pada sehari sebelumnya terkait kontrak minyak berjangka West Texas Intermediate November yang berakhir pada akhir sesi.

Minyak mentah WTI November jatuh $ 1,17, atau 2,3%, untuk berakhir di $ 50,43 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga penutupan Rabu berada di level tertingginya sejak pertengahan Juli 2015. Minyak mentah WTI Desember yang sekarang berlaku untuk kontrak bulan depan, berakhir di $ 50,63, turun $ 1,19, atau 2,3%.(mrv)

Sumber: MarketWatch