Minyak Bergerak Naik Terkait Penurunan Persediaan & Output AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak naik ke harga tertinggi dalam tujuh bulan terakhir di New York setelah laporan pemerintah menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah AS dan produksi menurun, memicu pengurangan kelebihan persediaan.

Cadangan minyak mentah turun 4,23 juta barel, sesuai laporan dari Administrasi Informasi Energi, lebih dari dua kali yang diproyeksikan oleh analis yang disurvei oleh Bloomberg. Produksi minyak merosot pada pekan ke 11 menuju level terendahnya sejak September 2014. Harga minyak melemah dari sesi paling tinggi setelah laporan menunjukkan bahwa persediaan bensin meningkat secara tak terduga.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 80 % dari level 12-tahun terendah di New York pada awal tahun ini terkait tanda-tanda pasokan global akan menurun. Sementara beberapa penghasil terbesar dunia terus memompa produksi minyak mentah mendekati rekornya, Negara- negara OPEC tidak mungkin untuk menetapkan target output mereka ketika mengadakan pertemuan tanggal 2 Juni mendatang disebabkan strategi Arab Saudi untuk menekan penghasilan saingannya, menurut semua analis-analis yang disurvei oleh Bloomberg.

MInyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 94 sen menjadi menetap di level $ 49,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 9 Oktober lalu. Jumlah volume minyak yang diperdagangkan adalah 18 % di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Juli menguat $ 1,13 atau 2,3 %, ke level $ 49,74 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Ini merupakan penutupan paling tinggi sejak 3 November. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi pada premi 18 sen dibandingkan WTI.