Minyak Bergerak Naik Karena Persediaan AS Diperkirakan Menurun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak naik sebelum rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah sehingga dapat mengurangi kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka naik 1,1 % di New York. Stok minyak mentah AS, dekati level delapan dekade tertinggi, yang turun sebanyak 2 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi, Rabu. American Petroleum Institute industri yang didanai akan merilis laporan pasokannya pada hari Selasa. Gangguan yang telah menahan output dari Kanada, Nigeria dan Libya selama bulan lalu.

Harga minyak AS berjangka telah melonjak lebih dari 80 % dari level 12-tahun terendah pada awal tahun ini terkait tanda-tanda melimpahnya pasokan global ditengah penurunan produksi di Nigeria dan negara-negara non-OPEC termasuk di Amerika Serikat. Negara-negara OPEC tidak mungkin menentukan target produksinya ketika mengadakan pertemuan pada 2 Juni mendatang karena sesuai dengan strategi Arab Saudi untuk menekan saingan, menurut semua analis- analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Minyak mentah jenis WTI untuk pengiriman Juli naik 54 sen menjadi menetap di level $ 48,62 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan adalah 29 % di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Juli menguat 26 sen atau 0,5 %, ke level $ 48,61 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperjualbelikan pada diskon 1 sen dibandingkan minyak mentah WTI