Minyak Bergerak Naik, Dolar Melemah

RIFANBERJANGKA – Harga minyak kembali naik selama dua hari seiring warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa setelah persediaan minyak mentah AS terpangkas untuk minggu keenam sementara mata uang dollar melemah terhadap mata uang lainnya.

BACA JUGA : Aussie Merosot Pasca Pemilu

Kontrak berjangka melonjak 4,2 % di New York, memperpanjang kenaikan 3,3 % dari hari Selasa. Persediaan minyak mentah turun 4,05 juta barel pekan kemudian, berdasarkan laporan dari Administrasi Informasi Energi. Dolar melemah di tengah spekulasi pembuat kebijakan yang akan mengambil tindakan untuk menanggulangi kemerosotan dari pemisahan diri U.K. dari Uni Eropa. Pelemahan dolar memicu naiknya permintaan investor untuk sektor komoditas.

Harga minyak mentah telah naik lebih dari 80 % dari level paling rendah dalam 12 tahun terakhir di bulan Februari karena gangguan pasokan global dan penurunan output AS yang mengurangi pasokan. Bahkan dunia menunggu untuk melihat bagaimana hasil referendum Brexit pada 23 Juni lalu, permintaan minyak diperkirakan akan terus tumbuh. Kontrak merosot sebesar 7,5 % dalam dua hari setelah pemungutan suara, yang merupakan penurunan terbesar sejak Februari.

BACA JUGA : Dolar Melemah Picu Harga Emas Menguat

Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik $ 2,03 menjadi ditutup pada level $ 49,88 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini kenaikan terbesar sejak 12 April lalu, total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 5 % di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Agustus menguat US $ 2.03 atau 4,2 %, ke level $ 50,61 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ditutup dengan keuntungan 73 sen dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg