Minyak Bergerak Naik, Cadangan Minyak AS Turun

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Minyak menghentikan penurunannya di bawah $ 40 per barel karena data mingguan industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS menurun, mengurangi kelimpahan pasokan yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua dekade terakhir.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik sebanyak 35 sen menjadi $ 39,86 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 39,84 pada pukul 10:05 pagi waktu Hong Kong. Kontrak WTI kehilangan 55 sen menjadi $ 39,51 pada hari Selasa, penutupan terendah sejak 7 April. Jumlah volume perdagangan sekitar 34 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Oktober naik 27 sen lebih tinggi di level $ 42,07 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent turun 34 sen, atau 0,8 persen, ke $ 41,80 pada hari Selasa. Acuan global untuk bulan Oktober lebih besar $ 1,47 dari WTI.( Bloomberg )

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD40,7 per Barel

Dari hasil perhitungan Formula ICP, harga rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada bulan Juli 2016 mencapai USD40,70 per barel atau turun USD3,80 per barel dari USD44,50 per barel pada bulan Juni 2016.

Sementara harga SLC/Minas mencapai USDS40,77 per barel, turun sebesar USD4,87 per barel dari USD45,64 per barel pada bulan sebelumnya.

Seperti dilansir dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (3/8/2016), penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) dan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) di bulan Juli 2016, produksi minyak mentah OPEC pada bulan Juni 2016 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan Mei 2016 sebesar 0,4 juta barel per hari dan 0,264 juta barel per hari.

2. Berdasarkan publikasi IEA, produksi minyak mentah Non-OPEC pada bulan Juni 2016 mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan Mei 2016 sebesar 0,20 juta barel per hari, dari 55,74 juta barel per hari pada Mei 2016, menjadi sebesar 55,94 juta barel per hari pada Juni 2016.

3. Melemahnya kondisi perekonomian global yang diindikasikan oleh beberapa faktor, sebagai berikut:

– Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2016 oleh IMF (International Market Fund ) turun sebesar 0,1 persen menjadi 3,1 persen dibandingkan proyeksi bulan April 2016.

– Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2016 oleh OPEC turun sebesar 0,1 persen menjadi 3 persen dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

4. Berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration) ? USA, tingkat stok gasoline dan distillate fuel oil AS selama bulan Juli 2016 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan Juni 2016:

– Stok gasoline di bulan Juli 2016 naik 2,5 juta barel menjadi sebesar 241,5 juta barel.

– Stok distillate fuel oil di bulan Juli 2016 naik 1,5 juta barel menjadi sebesar 152 juta barel.

5. Menguatnya nilai tukar Dolar AS dibandingkan mata uang dunia lainnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh turunnya impor minyak mentah Tiongkok yang disebabkan oleh melemahnya perekonomian negara tersebut dan turunnya permintaan gasoline di Tiongkok.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Juli 2016 dibandingkan bulan Juni 2016, sebagai berikut:

WTI (Nymex) turun sebesar USD4,05 per barel dari USD48,85 per barel menjadi USD44,80 per barel.

Brent (ICE) turun sebesar USD3,40 per barel dari USD49,93 per barel menjadi USD46,53 per barel.

Basket OPEC turun sebesar USD2,97 per barel dari USD45,84 per barel menjadi USD42,87 per barel. ( http://economy.okezone.com )