Minyak Berayun Pasca Lonjakan Tajamnya Dalam 8 Pekan Terakhir

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berayun antara naik dan turun mendekat harga $ 46 per barel setelah naik tajam dalam delapan pekan terakhir karena peningkatan aktivitas kilang yang menandakan permintaan minyak mentah yang lebih tinggi dan akhir dari maintenance musiman.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah melonjak 6,3% pada Rabu. Refinery naik 1,2 poin persentase, menurut laporan Energy Information Administration, Rabu. Persediaan minyak mentah Amerika meluas untuk pekan kelima terkait meningkatnya produksi. Sementara itu Menteri Energi Suhail Al Mazrouei mengatakan, Uni Emirat Arab berkomitmen untuk perannya sebagai pemasok minyak yang bertanggung jawab dan tidak panik mengenai harga.

Minyak gagal untuk mempertahankan gainnya di atas $ 50 per barel di awal bulan ini ditengah spekulasi melimpahnya pasokan global yang akan bertahan. OPEC terus memompa produksi minyaknya di atas target kolektif dan Badan Energi Internasional memperkirakan surplus akan tetap sampai setidaknya pertengahan 2016 mendatang.(yds)

Sumber: Bloomberg