Minyak Berayun Mendekati Terendah 4 Pekan Terkait Penurunan suku Bunga China

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berayun antara naik dan turun mendekati harga penutupan terendah dalam hampir empat peklan terkahir karena investor mengkaji laju perlambatan dari pengurangan pengeboran-rig AS terhadap penurunan suku bunga di China.

Minyak berjangka di New York naik sebanyak 0,5% dan jatuh sebanyak 0,4%. Jumlah mesin aktif menargetkan minyak turun dari 1 hingga 23 Oktober setelah turun sebesar 45 selama tiga pekan sebelumnya, menurut Baker Hughes Inc Cina, yang merupakan konsumen terbesar kedua minyak mentah dunia, sehingga meningkatkan pelonggaran moneter dengan memangkas suku bunga untuk keenam kalinya dalam setahun pada hari Jumat guna memerangi tekanan deflasi serta perlambatan ekonomi.

Minyak gagal untuk mempertahankan reli di sesi awal bulan ini di atas $ 50 per barel ditengah passokan yang berfluktuasi didukung spekulasi bahwa melimpahnya pasokan global akan berkepanjangan. Pasokan minyak mentah dunia akan tetap cukup sampai setidaknya pertengahan 2016 mendatang, sementara investasi di industri menyusut lebih lanjut, menurut Direktur International Energy Agency Fatih Birol mengatakan di Singapura, pada Senin ini.(yds)

Sumber: Bloomberg