Menunggu Pengumuman Neraca Dagang

ilustrasi ekonomiRIFAN FINANCINDO – Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilisĀ  data neraca perdagangan Indonesia sepanjang Oktober 2019 pada hari ini, Jumat (15/11/2019). Pengumuman laju ekspor-impor tersebut akan disampaikan oleh Kepala BPS Suhariyano pada pukul 09.00 WIB di Kantor Pusat BPS, Jakarta.

Sebelumnya, pada rilis data neraca perdagangan September 2019 mengalami defisit tipis yakni USD160,5 juta. Realisasi defisit ini lebih rendah dari posisi neraca perdagangan September 2018 yang mengalami defisit sebesar USD346,2 juta.

Namun, bila dibandingkan secara bulanan, realisasi ini memburuk, lantaran pada neraca perdagangan Agustus 2019 terjadi surplus sebesar USD112,4 juta.

Tercatat nilai impor September 2019 mencapai USD14,26 miliar, mengalami penurunan sebesar 2,41% dibandingkan September 2018 yang sebesar USD14,61 miliar. Namun dibandingkan Agustus 2019 tercatat naik 0,63% dari USD14,17 miliar.

Sementara nilai ekspor tercatat mencapai USD14,10 miliar, mengalami penurunan 5,74% dari September 2018 yang mencapai USD14,98 miliar. begitu pula, dibandingkan dengan Agustus 2019, mengalami penurunan 1,26% dari USD14,28 miliar.

Secara rinci, pada komoditas non migas tercatat mengalami surplus USD601,3 juta. Sedangkan, migas mengalami defisit sebesar USD761,8 juta.

Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit USD267,2 juta dan hasil minyak defisit USD819,4 juta. Namun pada gas tercatat surplus USD324,8 juta.

Adapun sepanjang Januari-September 2019 kinerja neraca perdagangan Indonesia masih tercatat defisit sebesar USD1,94 miliar. Meski demikian, realisasi ini lebih baik dari periode Januari-September 2018 yang defisit sebesar USD3,81 miliar.

Sementara itu, bersamaan dengan rilis neraca perdagangan, BPS juga akan mengumumkan data perkembangan upah pekerja buruh di Oktober 2019.

 

Sumber : okezone