Meningkatnya Pasokan AS Tekan Harga Minyak Dekati Level 2 pekan Terendah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan mendekati harga terendah dalam dua pekan terakhir pasca rilis data pemerintah yang menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat lebih jauh dari rekor tertingginya, sehingga menambah melimpahnya pasokan minyak global.

Kontrak berjangka minyak sedikit berubah di New York, berada di bawah $ 49 per barel untuk hari ketiganya. Persediaan minyak mentah meningkat sebesar 4,51 juta barel menjadi 448.9 juta hingga 6 Maret, yang merupakan level tertinggi dalam data mingguan yang disusun sejak Agustus 1982, EIA (Energy Information Administration) melaporkan pada hari Rabu. Pasar minyak dunia kelebihan pasokan sekitar 1 juta-1.5 juta barel per hari, menurut seorang pejabat dari Oman, yang merupakan produsen non-OPEC terbesar di Timur Tengah.

Naiknya pasokan minyak AS di Texas dan North Dakota memberikan kontribusi atas melimpahnya pasokan minyak global sehingga mendorong penurunan harga hampir dari setengah di tahun 2014. Produksi minyak AS terus meningkat, bahkan saat perusahaan pengeboran minyak memangkas jumlah rig yang aktif di level empat tahun terendah seiring me-alokasi assetnya menuju wilayah yang lebih produktif.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April berada di level $ 48,21 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 4 sen, pada 14:00 waktu Sydney. Kontrak turun 12 sen menjadi $ 48,17 pada hari Rabu kemarin, yang merupakan penutupan terendah sejak 26 Februari. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 23% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun sebanyak 9,5% tahun ini.(yds)

Sumber: Bloomberg