Mayoritas Kripto Ambles

ilustrasi-bitcoin-1_169RIFAN FINANCINDO – Mayoritas harga mata uang kripto (cryptocurrency) bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu (16/6/2021) pagi, kecuali Bitcoin yang masih bertahan di zona hijau.

Berdasarkan data dari Investing pukul 09:00 WIB, hanya Bitcoin yang masih menguat pada pagi hari ini, yakni menguat 0,35% ke level US$ 40.067/koin atau setara dengan Rp 570.254.645/koin.

Sementara sisanya mengalami pelemahan pada pagi hari ini. Ethereum melemah 1,92% ke US$ 2.522,65/koin (Rp 35.914.000/koin), Binance Coin merosot 2% ke US$ 360,06/koin (Rp 5.124.983/koin), Litecoin terjatuh 2,36% ke US$ 173.54 (Rp 2.467.824/koin).

Berikutnya Chainlink ambruk 2,86% ke US$ 24,28/koin (Rp 345.525/koin), Cardano terkoreksi 1,77% ke US$ 1,544/koin (Rp 21.954/koin), Ripple turun 0,48% ke US$ 0,861/koin (Rp 12.253/koin), dan Dogecoin ambles 2,19% ke US$ 0,315/koin (Rp 4.479/koin).

Pergerakan Mata Uang Kripto

Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%)
Bitcoin 40,067.00 570,254,645 0.35%
Ethereum 2,522.65 35,914,000 −1.92%
Binance Coin 360.06 5,124,983 −2.00%
Litecoin 173.54 2,467,824 −2.36%
Chainlink 24.28 345,525 −2.86%
Cardano 1.54 21,954 −1.77%
Ripple 0.86 12,253 −0.48%
Dogecoin 0.31 4,479 −2.19%

Pasar kripto cenderung mengikuti pelemahan pasar saham Amerika Serikat (AS) yang juga ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/6/2021) waktu setempat, di tengah buruknya data penjualan ritel sementara inflasi dari sisi produsen meningkat.

Penjualan ritel AS periode Mei anjlok 1,3% atau lebih buruk dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang mengestimasikan koreksi sebesar 0,7%. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat AS belum sepenuhnya pulih meski inflasi meningkat.

Sementara itu, inflasi ke depan-yang tercermin dari indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) per Mei-berpeluang tumbuh. Indeks PPI dilaporkan naik 6,6% yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Angka itu melampaui proyeksi pasar dalam polling Trading Economics yang mengestimasikan angka 6,4%. Secara bulanan, PPI menguat 0,8% yang juga lebih tinggi dari estimasi pasar berdasarkan polling Dow Jones yang berada di level 0,6%.

Di sisi lain, pelaku pasar menanti kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang bakal mengakhiri rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) malam ini.

Bank sentral terkuat di dunia tersebut diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga, tetapi pasar memantau komentar para pejabatnya seputar inflasi dan kemungkinan pengurangan pembelian (tapering) surat berharga di pasar sekunder.

Di lain sisi, Bitcoin pagi ini masih mampu menguat dan kembali mendominasi pasar kripto karena masih didorong oleh sentimen dari komentar CEO Tesla, Elon Musk yang akan mempertimbangkan kembali pembayaran Bitcoin untuk pembelian mobil Tesla, dengan syarat proses penambangan Bitcoin harus menggunakan energi bersih.

Selain itu, investor dan beberapa analis masih optimis Bitcoin akan melanjutkan penguatannya setelah berhasil break di level harga US$ 40.000, sementara yang lain melihat ada tanda-tanda momentum kenaikan yang lebih kuat kedepannya.

“Bitcoin berada pada level tertinggi sejak Mei lalu, ini pemulihan yang luar biasa, tetapi aset kripto lainnya belum mampu menerobos ke level tertingginya,” tulis Simon Peters, analis di platform trading multi-aset eToro, dalam email kepada CoinDesk.

Bahkan, miliarder pemodal ventura sekaligus investor Bitcoin Tim Draper pun berani memprediksi Bitcoin akan menyentuh hingga US$ 250.000 atau Rp 3,5 miliar (asumsi Rp 14.200/US$) pada akhir 2022 atau awal 2023 mendatang.

Draper percaya akan lebih banyak orang menggunakan Bitcoin saat itu.

“Saya pikir saya akan benar dalam hal ini. Saya akan benar-benar benar atau benar-benar salah [tetapi] saya cukup yakin bahwa itu mengarah ke sana,” kata Draper, dikutip dari CNBC International, Rabu (16/6/2021).

Di lain sisi, investor institusional telah mengukir masa depan keuangan kripto dan menjadi pengingat seberapa cepat industri berkembang melampaui perubahan hariannya, meskipun sekitar 81% dari para fund manager yakin bahwa Bitcoin masih berada dalam fase bubble.

Integrasi cryptocurrency ke dalam industri jasa keuangan yang ada dapat meningkatkan sentimen meskipun sering terjadi volatilitas harga.

 

Sumber : cnbcindonesia