Mayoritas Bursa Asia Kompak Menguat di Awal Pekan

Mayoritas Bursa Asia Kompak Menguat di Awal PekanRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Mayoritas bursa saham di Asia dibuka menguat pada Senin pagi (25/1) terimbas kenaikan harga minyak mentah dunia.

Reuters mencatat, indeks MSCI untuk saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2? persen

Indeks Hangseng di Hong Kong dibuka menguat sebesar 279,44 poin atau 1,46 persen ke level 19.359.

Kemudian indeks Shanghai Composite menguat 11,9 atau 0,41 persen menjadi 2.928.

Demikian pula dengan indeks Kospi di Korea Selatan tercatat naik 19 poin atau 1 persen menjadi 1.898.

Indeks ASX di Australia langsung menguat pada pembukaan perdagangan, yakni sebesar 55,14 poin atau 1,11 persen ke level 5.024.

Lalu indeks Taiwan SE Weighted menguat 116,64 poin atau 1,5 persen ke level 7.872.

Indeks saham acuan Singapura, Straits Times juga terapresiasi 28,05 poin atau 1,09 persen ke level 2.605,14.

Indeks Nikkei di Jepang langsung bergejolak ketika dibuka dan sempat mengalami pelemahan. Namun, saat ini Nikkei kembali menguat 31,76 poin atau 0,19 persen ke level 16.990.

Fokus investor saat ini? tampaknya mengarah pada kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Federeal Reserve) dan Bank Sentral Jepang (BoJ). Pelaku pasar menyoroti sinyal kemungkinan naiknya suku bunga acuan The Fed untuk kedua kalinya, serta muncul spekulasi? bahwa BoJ kemungkinan akan menerapkan langkah-langkah pelonggaran moneter tambahan.

“Kalender minggu ini sibuk, dimana pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan rapat BOJ akan menjadi highlights utama, “tulis ahli strategi Barclays seperti dikutip dari Reuters, Senin (25/1).

Upaya penghindaran risiko muncul belakangan ini di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan penurunan harga minyak mentah ke posisi terendah dalam 13 tahun terakhir. Hal ini telah mengguncang pasar global pada awal tahun ini.

Namun, akhir pekan lalu harga minyak mentah kembali naik di tengah melimpahnya pasokan minyak dunia. Masuknya musim dingin disinyalir turut mendorong permintaan. Setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$29 per barel, harga minyak mentah WTI pada Jumat (22/1) berbalik naik hingga menembus US$32,19 per barel.

(ags)

Sumber : http://www.cnnindonesia.com