Mata Uang Yen Menguat

3db90a65-7ad7-44c0-96ac-02688aafde34_169RIFAN FINANCINDO – Mata uang yen Jepang menguat tajam di awal perdagangan Senin (16/9/19) setelah membukukan pelemahan tiga pekan beruntun. Serangan yang terjadi di fasilitas minyak mentah Arab Saudi membuat yen yang menyandang status safe haven kembali bersinar.

Pada pukul 6:30 WIB, yen diperdagangkan di level 107,76/US$ atau menguat 0,29% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sebelumnya, yen bahkan sempat menyentuh level 107,47/US$.

Dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang pesawat nirawak alias drone. Serangan ini menyebabkan kebakaran di dua fasilitas milik perusahaan minyak tersebut.

Sekitar 10 drone menyerang salah satu ladang minyak terbesar Arab Saudi di Hijra Khurais dan fasilitas pemrosesan minyak mentah di dunia di Abqaiq. Serangan dilakukan Sabtu pagi sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Fasilitas Khurais yang berjarak 250 kilometer dari Dhahran, menjadi lokasi ladang minyak utama. Sedangkan fasilitas Abqaiq yang berlokasi 60 kilometer sebelah barat daya kantor utama Aramco di Dhahran, merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco.

Dilansir dari Reuters, satuan keamanan perusahaan tersebut telah mengendalikan situasi ini, berdasarkan keterangan Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Pemberontak Houthi mengklaim serangan tersebut, tetapi Amerika Serikat (AS) justru mengatakan Iran ada di balik serangan tersebut. Menteri Dalam Negeri AS, Mike Pompeo menuduh Iran meluncurkan serangan terhadap pasokan energi dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya, melansir CNBC International.

Tuduhan dari AS tersebut tentunya kembali meningkatkan ketegangan dengan Iran. Hubungan dua negara ini sebelumnya sudah memburuk sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran. Trump malah menerapkan sanksi ekonomi kepada Iran.

Presiden Trump kini menyatakan bersiap untuk memberikan serangan balasan, tapi masih menunggu Pemerintah Arab Saudi memastikan siapa pelakunya.

Ketegangan yang kembali di Timur Tengah, serta AS-Iran membuat sentimen pelaku pasar memburuk lagi setelah ceria sepanjang pekan lalu. Saat sentimen memburuk, pelaku pasar akan berhati-hati masuk ke aset berisiko dan lebih memilih aset safe haven seperti yen.

 

Sumber : cnbcindonesia