Madu Lebih Ampuh Sembuhkan Batuk

941587306RIFAN FINANCINDO – Batuk adalah salah satu kondisi tubuh yang tidak menyenangkan. Kondisi ini sebenarnya adalah respons alami tubuh sebagai bentuk pertahanan untuk mengeluarkan zat atau partikel dari saluran pernapasan.

Sayangnya, batuk kerap membandel dan sulit diatasi hingga membuat banyak aktivitas terganggu.

Hal ini menjadi sebab banyak orang ingin segera menuntaskan masalah batuk. Bahkan, pencarian mengenai obat batuk di internet cukup banyak dilakukan mulai dari pabrikan hingga yang alami.

Lalu, apakah obat batuk paling ampuh?

Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Oxford University menemukan obat batuk paling ampuh, yaitu madu.

Dalam makalah yang dipublikasikan dalam British Medical Journal itu, para peneliti menyimpulkan bahwa madu lebih efektif daripada ekspetoran, obat penekan batuk, antihistamin, dan obat penghilang rasa sakit.

Melansir dari Newshub, madu terbukti lebih unggul dalam meredakan batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat.

Bahkan, keefektifan madu dalam mengurangi keparahan batuk 44 persen lebih tinggi dibanding obat-obatan yang dijual bebas.

Efek tersebut didapatkan dari sifat anti-mikroba dan senyawa hidrogen peroksida dalam madu yang efektif membunuh bakteri.

Tak hanya itu, konsistensi madu yang kental dan lengket juga memiliki efek menenangkan pada tenggorokan.

Merangkum dari The Guardian, analisis data studi menunjukkan bahwa madu lebih efektif dibanding obat biasa untuk mengobati gejala, terutama frekuensi dan tingkat keparahannya.

Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa madu mengatasi batuk lebih cepat satu hingga dua hari.

Meski begitu, para peneliti juga menyadari bahwa madu adalah zat yang kompleks dan bukan produk seragam.

Artinya, kandungan antara madu satu dengan yang lainnya mungkin saja berbeda secara signifikan.

Namun, para peneliti juga menyebut, madu dapat menjadi obat alternatif yang aman untuk mengobati gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) dengan aman.

“Madu adalah obat awam yang sering digunakan oleh pasien. Bahan ini juga murah, mudah diakses, dan lebih minim risiko. Ketika dokter ingin meresepkan obat, kami merekomendasikan madu sebagai alternatif antibiotik,” tulis para peneliti.

“Madu lebih efektif dan tidak terlalu berbahaya dibandingkan perawatan alternatif biasa dan menghindari kerusakan melalui resistensi anti-mikroba,” tulis para peneliti dalam laporan mereka.

 

Sumber : kompas