Lloyds akan mengurangi 9.000 karyawan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Salah satu bank utama Inggris, Lloyds Banking Group, mengukuhkan akan mengurangi 9.000 lapangan kerja dan menutup 150 cabang dalam waktu tiga tahun mendatang.

Jumlah karyawan yang kehilangan pekerjaan itu -sekitar 10% dari total angkatan kerjanya- membuat Llyods sudah kehilangan 43.000 tenaga kerja sejak tahun 2008 lalu.

Pihak manajemen mengatakan akan berkonsentrasi untuk menutup cabang-cabang di kawasan perkotaan lebih dulu dan mengabaikan tekad untuk mempertahankan kantor-kantor cabangnya

Llyods -yang memiliki Hailfax dan Bank of Scotland- melaporkan keuntungan sebelum pajak sebesar ?1,61 miliar dalam waktu sembilan bulan terakhir hingga 30 September.

“Kami memenuhi atau melewati tujuan strategis yang ditetapkan pada tahun 2011 dan siap untuk maju ke tahapan baru dalam pengembangan kami,” tutur Antonio Horta-Osorio, pimpinan eksekutif Llyods Banking Group.

Bank itu sebenarnya akan menutup 200 cabang namun pada saat bersamaan akan membuka 50 cabang sehingga yang ditutup 150 cabang atau sekitar 7% dari total 2.250 cabangnya.

Serikat pekerja Union sudah meminta jaminan bahwa tidak ada karyawan yang dipaksa untuk mengundurkan diri namun harus secara sukarela.

“Dompet para eksekutif top Llyods sebaiknya tidak makin gemuk dengan memaksa para pekerja bergaji rendah memberi derma,” tutur juru bicara Union, Rob MacGregor.

“Jika ada penghentian kerja secara paksa atau layanan pelanggan harus menderita maka gaji eksekutif yang harus dipotong.”

Sumber : BBC