Kurs Dolar AS Menguat, Harga Minyak Anjlok

Kurs Dolar AS Menguat, Harga Minyak AnjlokRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent anjlok ke level terendah dalam lima pekan pada akhir perdagangan Kamis waktu New York.

Dilansir CNBC, Jumat, 17 Juni 2016, anjloknya harga minyak disebabkan karena menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap mitra dagang utamanya di tengah kekhawatiran keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Prediksi bertambahnya permintaan minyak menyusul datangnya musim panas ternyata belum mampu menjadi sentimen positif pada harga minyak.

Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$46,21 per barel, atau turun dua persen dibanding perdagangan sebelumnya. Harga minyak mentah jenis Brent turun US$1,67 atau 3,4 persen di posisi US$47,29 per barel.

Nilai tukar dolar AS menguat 0,2 persen terhadap euro. Kekhawatiran Inggris keluar dari Uni Eropa memicu perlambatan ekonomi global.

“Hal ini mengingat jajak pendapat apakah Inggris meninggalkan Uni Eropa atau tetap bertahan dilakukan pekan depan. Sehingga kekhawatiran pasar makin meningkat,” kata Hans van Cleef, Ekonom Energi Senior ABN Amro.

Pasar saham Eropa juga menurun setelah Bank of Japan menahan diri untuk mengambil langkah stimulus moneter lebih lanjut. Federal Reserve AS juga terlihat berhati-hati pada pengambilan kebijakan.

Persediaan minyak mentah AS dalam satu bulan terakhir berkurang belum memberikan banyak dukungan untuk harga minyak.

Energy Information Administration mengatakan persediaan minyak mentah domestik turun 933 ribu barel pada pekan lalu. (ase)

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id