Kuroda Bernapas Lega pasca Yen Pangkas Gain Tahun ini menjadi 10%

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Yen menuju minggu terburuk sejak Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengumumkan kebijakan suku bunga negatif, jatuh dari dekat level yang beberapa analis katakan mungkin akan memicu intervensi pasar dan menyebabkan tambahan pelonggaran kebijakan.

Mata uang jatuh setelah Kuroda mengatakan pada hari Kamis di Washington bahwa ia tidak memiliki rencana untuk melakukan intervensi mata uang pada pertemuan G-20 dikarenakan isu tersebut berada di bawah lingkup Departemen Keuangan Jepang. Indeks dolar sudah naik terhadap rekan mata uang utama selama tiga hari pekan ini di tengah melemahnya harga minyak seiring analis dan trader yang disurvei Bloomberg terbagi atas apakah pembicaraan antara produsen minyak mentah utama di Doha pada 17 April nanti akan berhasil mengakhiri surplus stok global.

Yen melemah 0,2 persen ke level 109,63 per dolar pada pukul 10:06 pagi waktu Tokyo, turun 1,4 persen minggu ini dan memangkas kenaikan tahun ini menjadi 9,7 persen. Mata uang negeri sakura ini menuju penurunan mingguan terbesar sejak periode yang berakhir pada 29 Januari, hari dimana BOJ mengumumkan strategi suku bunga negatif. Yen tergelincir 0,1 persen ke level 123,41 per euro.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback versus 10 mata uang utama, bersiap untuk meraih kenaikan 0,2 persen mingguan, mengakhiri penurunan berturut mereka. (sdm)

Sumber: Bloomberg