Kurang terkenal, pasar olein sepi

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) berniat menggenjot transaksi multilateral olein tahun ini. Saat ini, transaksi olein terhitung paling mini dibandingkan komoditas multilateral lainnya. Sedikitnya transaksi olein disebabkan belum terkenalnya produk ini di pasar.

Padahal, menurut Plt Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Usaha BBJ Isa Abiyasa Djohari, olein sangat menarik untuk diperdagangkan. Apalagi standardisasi komoditas ini sudah diatur dengan jelas, karena produk ini adalah bahan baku utama minyak goreng. Cuma, masih banyak pelaku pasar tidak tahu olein merupakan bahan utama minyak goreng.

Tapi saat ini perdagangan multilateral olein masih sepi, dengan rata-rata transaksi harian 100?300 lot. Bandingkan dengan emas yang rata-rata transaksi hariannya bisa mencapai sekitar 550-600 lot per hari, atau kopi yang bisa mencapai total 250-600 lot sehari.

Ada dua produk berjangka olein yang ditawarkan BBJ, yakni kontrak berjangka olein 10 ton (Olein 10) dan kontrak berjangka olein 20 ton (Olein 20). BBJ mencatat, tahun lalu total volume transaksi olein hanya 60.243 lot.

Tahun ini, hingga 20 September lalu, transaksi olein 20 ton sudah mencapai 51.000 ton. Sedang olein 10 ton sebesar 26.000 ton. Tahun ini BBJ menargetkan total volume transaksi olein mencapai 99.000 lot.

Rinciannya, 42.000 lot untuk olein 20 ton dan sisanya untuk olein 10 ton. BBJ juga mematok target transaksi harian olein tahun ini bisa mencapai sekitar 418 lot per hari.

“Struktur pasar ada, konsumen juga, hanya tinggal kebiasaan untuk bertransaksi di BBJ yang perlu ditingkatkan. Tahun 2017 mungkin transaksi olein total mencapai 2.000 lot per hari,” kata Direktur BBJ Donny Raymond.

Transaksi olein 20 ton lebih tinggi karena pembelian langsung dilakukan oleh para produsen. Sementara olein 10 ton banyak ditransaksikan para spekulan dan pialang.

Ke depan, Isa meyakini peluang cuan dari transaksi olein masih menarik lantaran prospek harganya juga oke. Katalis positifnya, tren bullish harga CPO serta tingginya permintaan di pasar.

Serupa dengan CPO, harga olein juga rentan terhadap harga komoditas substitusi, seperti minyak kedelai dan minyak jagung. Tapi dengan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, harga olein masih bisa terangkat. Apalagi, produksi komoditas turunan sawit ini bakal terganggu akibat kondisi cuaca yang bisa mempengaruhi panen sawit.

Mengutip situs resmi BBJ, harga Olein 20 kontrak pengiriman November kemarin sebesar Rp 10.880 per kg. Sedang harga Olein 10 tertahan di Rp 10.720 per kg, karena tidak ada transaksi.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id

PT RIFAN FINANCINDO