Krisis Yunani Bayangi Pasar Asia

Krisis Yunani Bayangi Pasar Asia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Ekuitas Asia akan saling menguatkan mengatasi kerugian pada Senin ini, setelah Yunani gagal meraih kesepakatan dengan pemberi pinjaman internasional selama akhir pekan.

Saat ini Yunani sangat membutuhkan dana darurat untuk membayar pinjaman. Yunani berencana untuk menutup bank pada Senin, setelah keputusan Perdana Menteri Alexis Tsipras melakukan referendum pada 5 Juli pada paket bailout, yang diusulkan mendorong penabung untuk memulai menarik uang pada akhir pekan.

Sebuah pernyataan mengatakan jika Yunani bersedia mengikuti persyaratan terbaru yang ditawarkan oleh kreditur, maka Yunani bisa keluar dari Zona Euro.

Seperti dilansir dari CNBC, Senin 29 Juni 2015 dalam perdagangan awal Asia, Euro turun lebih cepat dari dolar Amerika? ke level terendah dalam satu bulan terakhir sekitar US$1,0971, dari sekitar US$1,1165 pada akhir Jumat. Dolar terhadap yen turun 1,2 persen ke level terendah dalam satu satu bulan ini dari 122,34.

Indeks saham berjangka AS dibuka turun 1,6 persen karena kemungkinan default Yunani tinggi.

Sementara itu, Bank Rakyat China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,85 persen pada hari Sabtu, menandai penurunan keempat sejak November, dalam upaya untuk menopang perekonomian yang melambat.

PBOC juga mengurangi suku bunga deposito acuan satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 2 persen, katanya dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Indeks Nikkei 225 tampaknya tidak yakin dengan bursa berjangka Chicago dan Osaka yang diperdagangkan di 20.425 dan 20.870.

Hari ini saham Australia mungkin akan landai setelah bursa berjangka naik 0,2 persen menjadi 5.510.

Sumber :?http://bisnis.news.viva.co.id