Kombinasi Data Cina dan Penguatan Saham Buat Emas Menuju Penurunan Mingguan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas menuju penurunan mingguan pertama dalam tiga minggu menyusul rilis data menunjukkan stabilnya ekonomi China pada kuartal pertama dan ekuitas global mempertahankan kenaikan sehingga berimbas pada berkurangnya permintaan untuk aset haven.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,230.33 per ounce pada pukul 2:40 siang waktu Singapura dari level $ 1,227.89 pada hari Kamis, saat harga turun 1,2 persen, menurut harga publik Bloomberg. Logam kuning ini turun 0,8 persen minggu ini, meskipun 16 persen lebih tinggi pada tahun ini.

Reli emas pada tahun 2016 ditopang oleh permintaan untuk aset haven di tengah kekhawatiran pertumbuhan China dan gejolak di pasar keuangan. Ekonomi Cina stabil pada kuartal pertama tahun ini, tumbuh 6,7 persen, seiring rebound sektor properti dan pelonggaran kebijakan moneter membantu memacu kenaikan, angka menunjukkan pada hari Jumat. Saham global naik 2,5 persen minggu ini, kenaikan terbesar sejak periode hingga 4 Maret.

Evans dijadwalkan berbicara tentang ekonomi dan kebijakan di Washington pada Jumat. AS dijadwalkan akan merilis data produksi industri untuk Maret hari ini.

Bullion kemurnian 99,99 persen diperdagangkan 0,3 persen lebih rendah di level 257,14 yuan per gram ($ 1,233.95 per ounce) di Shanghai Gold Exchange. Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas turun 1,8 metrik ton menjadi 1,760.1 ton pada hari Kamis, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Spot perak naik 0,1 persen ke level $ 16,1725 per ounce. Platinum turun 0,3 persen, sedangkan paladium menguat sebanyak 1,2 persen ke level $ 568,79 per ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 1 April, sebelum memangkas keuntungan menjadi 0,2 persen. (sdm)

Sumber: bloomberg