Khawatir Pasokan Berlebih, Harga Minyak AS Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak Amerika Serikat (AS) turun pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat. Dipicu kekhawatiran pedagang kembali melimpahnya pasokan global yang melemahkan optimisme beberapa minggu terkhir bahwa AS akan menurunkan produksi minyaknya. Dilansir dari CNBC, Kamis 15 Oktober 2015, minyak mentah berjangka AS turun sekitar enam persen pada minggu ini. Setelah organisasi negara-negara eksportir minyak (OPEC) melaporkan bahwa pada Agustus hingga Septermber memompa dua juta barel per hari, di atas perkiraan permintaan tahun ini.

Harga minyak mentah Brent stagnan di posisi US$49,10 per barel, setelah diperdagangkan antara US$49,52 dari sebelumnya US$48,71 per barel. Minyak mentah AS ditutup turun dua sen, di angka US$46,64 per barel. “Kami melihat beberapa hasil penjualan baru pada pekan ini,” kata Konsultan Pasar Minyak Ritterbusch & Associates di Chicago, Jim Ritterbusch. Permintaan minyak negara ekonomi terbesar nomor dua di dunia, China, juga menyakiti harga minyak mentah. Pertumbuhan China untuk kuartal III diperkirakan akan jatuh di bawah tujuh persen untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id