Ketegangan Geopolitik, Harga Minyak Menguat

Ketegangan Geopolitik, Harga Minyak MenguatRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) atau West Texas Intermediate (WTI) ditutup sedikit menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu New York.

Dilansir CNBC, Kamis, 26 November 2015, pedagang dan investor sepertinya fokus untuk libur memperingati hari pengucapan syukur di AS.
Ketegangan politik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya Suriah memberi sentimen positif pada harga minyak. Sayangnya, volume perdagangan minyak ringan, yakni 240 ribu barel, sekitar setengah volume perdagangan pada Senin.
Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$43,04 per barel, atau naik 17 sen dibanding perdagangan sebelumnya.
Penguatan harga minyak AS juga didukung oleh data yang dirilis Baker Hughes, yang menyebutkan penurunan jumlah rig pengeboran minyak aktif.
Jumlah rig pengeboran minyak aktif berkurang sembilan, sehingga total jumlah rig pengeboran minyak aktif saat ini sebanyak 555, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.572.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id