Keputusan ECB Bikin Emas Kembali Meredup

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Harga emas dunia kembali melorot.?Penurunan ini?dipicu Bank Sentral Eropa (ECB)?yang tetap bertahan?pada suku bunga, dan investor menunggu pergerakan dari bank sentral lain serta menguatnya dolar.

Dilansir dari CNBC, Jumat 9 September 2016, harga emas di pasar spot turun 0,59 persen menjadi US$1.336,96 per ons.?Harga emas berjangka?ditutup US$7,60 menjadi US$1.341,60, dan?terakhir turun 0,62 persen menjadi US$1.340,80.

Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, ECB??tetap menyatakan untuk menjaga suku bunga rendah untuk periode yang lebih panjang. Namun ECB tidak melakukan pergerakan untuk memperpanjang atau mengubah program pembelian aset.

Sementara, nilai tukar dolar kembali menguat terhadap sejumlah?mata uang atau naik 0,1 persen.?Paladium turun 0,25 persen menjadi US$685,25. Harga perak jatuh 0,78 persen menjadi US$19,61.

Emas domestik

Dari dalam negeri, berdasarkan data Unit Bisnis Antam, untuk pembelian di kantor Pulogadung, harga emas turun?Rp2.000 menjadi Rp607 ribu per gram dari sebelumnya Rp609 ribu per gram.

Sedangkan harga emas untuk pembelian kembali juga turun menjadi Rp554 ribu, dari Rp557 ribu per gram. Berikut ini,?harga emas berdasarkan ukuran seperti dikutip dari laman logammulia, Jumat, 9 September 2016:

Emas lima gram Rp2,89 juta, 10 gram Rp5,73 juta, 25 gram Rp14,25 juta, 50 gram Rp28,45 juta. Kemudian, emas 100?gram dibanderol Rp56,85 juta, 250 gram Rp142 juta, dan emas 500 gram dibanderol Rp283,80 juta.

Sementara itu, harga emas edisi batik 10 dan 20 gram dibanderol masing-masing Rp6,18 juta dan Rp11,96 juta. Sedangkan?emas edisi Idul Fitri, untuk ukuran satu, dua, dan lima gram dibanderol masing-masing, Rp682 ribu, Rp1,24 juta,?dan Rp2,96 juta.

Untuk transaksi pembelian emas langsung di kantor Antam Pulogadung, setiap harinya dibatasi 150 antrean. Hari ini,?untuk ukuran emas 10, 25, 50, 100, 250, dan 500 gram tidak tersedia. ( http://bisnis.news.viva.co.id )

 

ECB Beri Isyarat akan Tetap Beri Stimulus

 

Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) mempertahankan tingkat suku bunga pada rekor terendah dan tetap membuka pintu untuk memberikan stimulus lebih besar pada Kamis tapi memberikan beberapa petunjuk tentang langkah berikutnya, yang mengecewakan pasar terkait keyakinan penetapan suku bunga.

Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa ECB akan mempelajari pilihan kebijakan untuk memastikan dapat mengejar sejumlah program terkait percetakan uang yang belum pernah terjadi sebelumnya, tapi tidak mengisyaratkan perpanjangan pembelian aset, menjaga kondisi itu sebagai pesan menjaga keseimbangan.

Dalam rangka menghadapi pertumbuhan dan gerak inflasi, ECB telah membeli obligasi sebesar 1,7 triliun euro, menjaga tingkat suku bunga berada pada wilayah negatif, dan memberikan kredit gratis terhadap perbankan. Langkah itu diharpkan memberi stimulus terhadap pergerakan pertumbuhan ekonomi dengan tingkat suku bunga kredit yang murah.Ini telah berhasil mendukung pertumbuhan, tapi tidak cukup maksimal meski mampu memangkas beberapa perkiraan pada Kamis untuk memperkuat ekspektasi kepada pelaku pasar bahwa pemberian stimulus moneter hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Untuk saat ini, perubahan (dalam perkiraan) tidak substansial (cukup) menjamin untuk mengambil tindakan,” kata kata Draghi, dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/9/2016).

Bank sentral di zona euro terus menjaga tingkat suku bunga deposito di angka minus 0,4 persen, memberikan kesempatan bank untuk menyimpan dana dan diadakannya pendanaan kembali yang akan menentukan biaya kredit dalam perekonomian.

Dari sebuah petunjuk tentang langkah selanjutnya, Draghi mengatakan ECB telah meminta kepada komite internal untuk melihat berbagai pilihan kebijakan guna memastikan kelancaran pembelian aset. Dia telah menggunakan bahasa yang sama pada pertemuan di Oktober 2015, yang diikuti oleh paket pelonggaran pada enam minggu kemudian. (ekonomi.metrotvnews.com)

RIFAN FINANCINDO