Kenaikan Permintaan Topang Harga Minyak

2ef4a183-2b8d-4c18-b288-fe366dfdb41b_169RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah global menguat pada perdagangan Selasa (2/11) pagi WIB. Kenaikan terjadi akibat kenaikan permintaan dan keyakinan pasar kelompok produsen utama minyak tidak akan membuka keran produksi dengan cepat.

Mengutip dari Antara, Selasa (2/11), minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Desember naik 0,6 persen ke level US$84,05 per barel. Sementara minyak Brent naik 1,1 persen ke US$84,71 per barel.

Jajak pendapat Reuters menyatakan harga minyak diperkirakan akan bertahan mendekati US$80 per barel. Ini disebabkan oleh persediaan minyak yang terbatas.

Selain itu, kenaikan juga akan didorong peralihan konsumsi energi yang terjadi akibat harga gas yang tinggi.

Di tengah sentimen itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ akan tetap mempertahankan produksi bulanan sebesar 400 ribu barel per hari (bph). Walau terdapat permintaan banyak minyak dari konsumen utama.

Di lain sisi, produksi minyak OPEC pada Oktober tidak mencapai target yang disepakati. Survei Reuters menyebut masalah ini disebabkan oleh penutupan paksa yang dilakukan produsen kecil untuk mengimbangi pasokan dari Arab Saudi dan Irak.

OPEC+ direncanakan akan membahas produksi minyak mentah untuk mengurangi rekor pengurangan produksi secara bertahap pada Kamis (4/11).

Analisis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch meragukan OPEC+ akan meningkatkan produksi minyak mentah ke jumlah yang lebih besar.

“Komentar yang dibuat oleh dua negara terkemuka dalam aliansi, Arab Saudi dan Rusia, menunjukkan bahwa produksi pada Desember akan ditingkatkan seperti yang direncanakan sebesar 400 ribu barel per hari. Dua kelas berat lainnya – Irak dan Kuwait – baru-baru ini menyatakan pandangan yang sama,” kata Carsten, Senin (1/11).

Presiden AS Joe Biden mengatakan guna memastikan pemulihan ekonomi global, ia mendesak negara penghasil energi utama G20 untuk meningkatkan produksi dan kapasitas cadangan.

Sementara itu, China mengatakan mereka telah merilis cadangan bensin dan solar untuk meningkatkan pasokan pasar dan mendukung stabilitas harga di beberapa wilayah.

Perusahaan minyak dunia seperti Exxon dan Chevron telah memangkas jumlah kru dan produksi di wilayah Permian pada tahun lalu. Namun kini mereka justru menambah hari pengeboran di cekungan serpihan tersebut.

Sumber : cnnindonesia

rifan financindo