Minyak Mentah Tumbang

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah tumbang di sesi Asia pada hari Senin dengan investor mencatat angka PMI China yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan ekspansi dan detil rencana OPEC yang ditunggu untuk membatasi produksi minyak mentah.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman November anjlok 0,87% menjadi $47,82 per barel. Pasar di China ditutup untuk liburan selama seminggu.

Pekan lalu, penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran sumur minyak AS di minggu lalu naik 7 menjadi 425, menandai peningkatan 13 kalinya dalam 14 minggu.

Serta, minyak berjangka ditutup menguat dalam tiga hari berturut-turut pada hari Jumat, akibat sentimen tetap terdukung baik setelah anggota OPEC menyepakati penurunan produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, meskipun ada beberapa skeptisisme di kalangan analis atas pelaksanaan perjanjian tersebut.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Desember menguat 38 sen, atau 0,76%, pada hari Jumat untuk menetap di $50,19 per barel pada penutupan perdagangan. Kontrak itu reli ke $50,39 pada hari Kamis, tertinggi sejak 26 Agustus.

Untuk minggu lalu, Brent berjangka London diperdagangkan melonjak $4,30, atau 8,56%, setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak OPEC mengejutkan pasar dengan menyetujui kerangka kerja pemangkasan produksi dalam pembicaraan yang diadakan di sela-sela sebuah konferensi energi di Aljazair.

Kartel minyak tersebut mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi dalam range 32,5 juta ke 33,0 juta barel per hari, pengurangan 0,7% ke 2,2% dari produksi saat ini 33,2 juta barel.

Namun, pasar tetap skeptis atas kesepakatan itu, mempertimbangkan bagaimana rencana tersebut akan dilaksanakan. Beberapa analis memperingatkan bahwa perjanjian tersebut meninggalkan rincian penting tentang seberapa banyak masing-masing negara akan memproduksi minyak.

Grup minyak 14-anggota itu mengatakan akan merampungkan rencana dalam membuat keputusan pada pertemuan resmi OPEC di Wina pada 30 November nanti, ketika undangan bergabung dalam pemotongan itu juga dapat disebar ke negara-negara non-OPEC seperti Rusia.

Sumber : http://id.investing.com

PT RIFAN FINANCINDO