Investor Tahan Diri Beli, Harga Emas Turun Jadi US$ 1.124

http://rismariyanto.com/wp-content/uploads/2014/11/emas1.jpgRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas cenderung melemah pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) seiring investor terbatas berminat beli emas sebagai safe haven. Ditambah sentimen indeks dolar Amerika Serikat (AS) lebih tinggi telah menekan harga logam.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$ 9,4 menjadi US$ 1.124,20 per ounce. Harga perak di divisi Comex untuk pengiriman Desember melemah tipis menjadi US$ 14,665 per ounce. Demikian mengutip dari laman www.kitco.com, Jumat (3/9/2015).

Secara teknikal, harga emas berjangka ditutup di level rendah. Sehingga tren harga emas melemah lebih mendominasi secara keseluruhan. Harga emas perlu menembus level resistance US$ 1,147,30 untuk dapat kembali menguat. Sedangkan level terendah di kisaran US$ 1.100.

Bila dilihat dari sentimen, pelaku pasar dan investor kini sedang menunggu laporan pekerjaan pada Agustus dari Departeman Tenaga Kerja. Laporan ini merupakan laporan paling penting pada pekan ini, dan bahkan secara bulanan.Rilis data tenaga kerja untuk mengetahui bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga pada September.

Kenaikan suku bunga ini akan menjadi pertama kali sejak 2006. Laporan data tenaga kerja AS bisa menjadi faktor penentu kebijakan kenaikan suku bunga pada September, atau mundur menjadi pada Desember 2015.Sentimen eksternal lainnya yang mempengaruhi yaitu bank sentral Eropa memberikan sinyal untuk memberikan stimulus.

Selain itu, saat ini pihaknya belum mengubah kebijakan moneter. Akan tetapi pernyataan pimpinan bank sentral Eropa Mario Draghi soal disinflasi dan perlambatan ekonomi di kawasan zona Euro sebagai masalah. Pernyataan Draghi itu membuat indeks dolar AS bergerak lebih tinggi. (Ahm/Igw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com