Investor Mengkaji Pasar China, Saham Jepang Dibuka Melemah Hari Kedua

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Jepang jatuh untuk hari kedua, dipimpin oleh produsen besi dan baja, setelah indeks Topix membukukan penurunan bulanan terburuk dalam tiga tahun terakhir, karena berkurangnya kepercayaan bahwa China akan mampu menopang pasar di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Indeks Topix tergelincir 0,6% menjadi 1,527.88 pada 09:01 pagi di Tokyo, setelah Senin mencatat penurunan bulanan tertajam sejak Mei 2012. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,7% menjadi 18,756.04. Yen diperdagangkan pada level 121,11 per dolar setelah penguatan Senin untuk pertama kalinya dalam lima hari. Indeks resmi industri manufaktur China akan jatuh ke level terendah tiga tahun pada bulan Agustus, menurut estimasi rata-rata ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg sebelum rilis data Selasa.

Kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan China akan menghambat ekspansi global muncul kembali setelah pejabat Federal Reserve mengisyaratkan mereka bersiap untuk menaikkan suku bunga segera setelah bulan depan.

Gejolak dalam ekuitas global bulan lalu menghapus lebih dari $ 5 triliun dari nilai saham karena para otoritas China mencoba untuk meningkatkan pasar mereka di tengah kekhawatiran bahwa ekonomi mungkin mengalami kondisi yang lebih buruk dibanding dengan perkiraan analis. Pada Senin Morgan Stanley menurunkan proyeksi pertumbuhan dunia di tahun ini dan tahun berikutnya, mengutip melemahnya aktivitas industri di China.(yds)

Sumber: Bloomberg