Investor Asing Tarik Dana dari Bursa Saham

ihsg 4RIFANFINANCINDO – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investor asing kembali mencabut dana dari pasar saham sepanjang pekan ini. Hal itu menambah angka aksi jual bersih (net sell) pemodal asing sejak awal tahun ini.

PH Kepala Divisi Komunikasi Perusahan BEI Hani Ahadiyani mengatakan, Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih di sepanjang pekan lalu dengan nilai Rp1,65 triliun.

“Sehingga aliran dana investor asing di sepanjang 2017 mencatatkan jual bersih Rp7,68 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (16/9).

Meski pemodal asing menarik dananya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini mengalami kenaikan 0,26 persen ke posisi 5.872,39 poin dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di posisi 5.857,11 poin.

Bahkan, jika dihitung sejak awal tahun, IHSG telah tumbuh hingga 10,87 persen.

“Senada dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar BEI pada pekan ini juga meningkat 0,26 persen menjadi Rp6.441,05 triliun dibandingkan pekan sebelumnya di Rp6.424,17 triliun,” kata Hani.

Rata-rata nilai transaksi perdagangan harian di sepanjang pekan ini juga mengalami kenaikan 7,35 persen menjadi Rp6,72 triliun dari Rp6,26 triliun sepekan sebelumnya.

“Rata-rata frekuensi perdagangan saham BEI pada pekan ini juga meningkat 14,11 persen menjadi 331,38 triliun dari 290,40 triliun sepekan sebelumnya,” imbuh Hani.

Sementara, rata-rata volume transaksi harian pada pekan ini mengalami penurunan 19,84 persen menjadi 8,20 miliar unit saham dari 10,23 miliar unit saham pada pekan lalu.

Sebelumnya, Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) atau PT Penilai Harga Efek Indonesia mencium pergeseran aset investor asing dari saham menjadi surat utang (obligasi).

Pemodal asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) dalam instrumen obligasi sebesar Rp125,71 triliun sejak awal tahun ini sampai 7 September 2017.

Direktur IBPA Wahyu Trenggono menjelaskan, sepanjang pekan pertama September ini, net buy asing tercatat Rp6,37 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah investasi asing di instrumen saham.

“Memang ada indikasi perpindahan ke obligasi, ini terlihat juga dari indikator nilai tukar rupiah,” ujarnya, Kamis (14/9).

Menurut Wahyu, jika investor asing menjual saham dan keluar dari Indonesia, ada potensi nilai tukar rupiah bakal terjun bebas. Namun, kenyataannya nilai tukar rupiah tetap stabil di level Rp13.000-Rp13.300 per dolar AS.

“Selain peralihan mungkin juga ada investor baru masuk langsung ke obligasi,” terang dia. ( cnnindonesia.com )