Inflasi Melambat, Menko Darmin Sebut BI Rate Harusnya Bisa Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Ruang untuk menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) makin lebar, seiring dengan inflasi yang mengarah di bawah 4 persen hingga akhir tahun.

Dalam dua bulan terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen mencetak deflasi, masing-masing 0,05 persen pada September dan 0,08 persen pada Oktober.

?Sebetulnya dilihat dari (deflasi) itu, ada ruang untuk turunkan tingkat bunga. Kenapa BI belum menurunkan, saya juga enggak ngerti kenapa kira-kira. Dia (mungkin) masih takut sama goyang-goyang rupiah,? kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Mantan Gubernur BI itu pun menjelaskan, dengan inflasi hingga akhir tahun yang diprediksikan mencapai 3,6 persen, artinya Real Interest Rate (RIR) makin jauh. RIR ini adalah selisih antara BI rate dengan inflasi.

?Nanti akhir tahun inflas kita 3,6 persen. Padahal BI rate 7,5 persen. Selisihnya hampir 4 persen. Biasanya bedanya 1 persen,? ucap Darmin.

Lantas apa yang bisa dilihat dari RIR yang lebar ini? Darmin mengatakan, orang-orang bakal lebih senang menyimpan uang, daripada meminjam uang dari bank.

Namun yang pasti, Darmin menyerahkan sepenuhnya urusan moneter kepada Agus DW Martowardojo beserta pertimbangannya.

?Kalau impact RIR-nya 4 persen tanya BI lah. Tapi intinya adalah kenapa dia enggak turunkan juga? Karena dia melihat kurs masih ada volatile. Kalau soal The Fed, itu urusan nanti,? ucap Darmin.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/