Inflasi Area-Euro Tetap di 0,2% Seiring ECB Melihat Risiko Penurunan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Tingkat inflasi kawasan euro tetap stabil pada bulan Agustus, menyoroti tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa setelah mereka berusaha untuk menghidupkan kembali pertumbuhan harga konsumen.

Harga konsumen naik menjadi 0,2 persen tahunan, melebihi perkiraan rata-rata para ekonom untuk pembacaan 0,1 persen. Inflasi inti tertahan pada 1 persen, kantor statistik Uni Eropa di Luxembourg mengatakan dalam sebuah laporan hari ini.

ECB telah memangkas suku bunga dan membeli obligasi untuk melawan kelesuan inflasi, yang bearada di bawah target bank sentral yakni hanya di bawah 2 persen selama dua tahun. Dengan perekonomian China yang melambat dan jatuhnya harga minyak, anggota Dewan Eksekutif Peter Praet mengatakan pekan lalu bahwa tantangan yang dihadapi menjadi semakin sulit dan pihak otoritas siap untuk melakukan? hal yang lebih jika diperlukan.

Hal ini didorong oleh energi dan itu untuk ECB merupakan pedang bermata dua,” kata Holger Sandte, kepala analis di Nordea Pasar Eropa di Kopenhagen. “Ini baik untuk pendapatan riil, dan kita melihat pemulihan di kawasan euro didorong oleh konsumsi swasta,” katanya. “Bagian buruknya yakni bahwa hal itu mendorong inflasi lebih jauh dari target”

Untuk membantu membalikkan haluan dan memenuhi mandatnya, ECB berada di tengah-tengah program pelonggaran kuantitatif yang direncanakan pihaknya berjalan sampai September 2016.

Dewan Pemerintahan bank sentral mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada hari Kamis di Frankfurt, Presiden Mario Draghi akan memberikan konferensi pers setelah keputusan, saat ia akan mengungkap proyeksi pertumbuhan dan inflasi baru.

ECB saat ini memperkirakan bahwa inflasi akan berada rata-rata 0,3 persen tahun ini, meningkat menjadi 1,5 persen pada tahun 2016.(sdm)

Sumber: Bloomberg