Indonesia Diprediksi Selamat dari Resesi

63e82c36-e0ed-49ea-bb03-77bce2ec165e_169RIFAN FINANCINDO – Indonesia diprediksi selamat dari resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. Prediksi diberikan mengacu kinerja di sektor kesehatan dan ekonomi Indonesia di tengah penyebaran virus corona.

Prediksi disampaikan media asal Amerika Serikat Politico. Dalam risetnya, Politico memberikan ranking kepada 30 negara terkait dampak pandemi pada ekonomi.

Politico memetakan kinerja 30 negara terkemuka di dunia dengan mengelompokkannya berdasarkan hasil kinerja di sektor kesehatan dan ekonomi. Mereka menyoroti pembatasan perdagangan, pembatasan interaksi sosial ringan, sedang, atau berat setiap negara.

Dari hasil pengelompokan tersebut, mereka menyatakan Indonesia masuk dalam kategori negara yang membatasi kegiatan ekonomi dan perdagangannya secara ringan. Kebijakan Indonesia ini dianggap memungkinkan sebagian besar bisnis, kantor, dan sekolah tetap buka, walau dengan kapasitas yang berkurang.

Meski demikian, riset Politico menyebut respons Indonesia dalam menangani penyebaran Covid-19 terbilang kacau.

“Indonesia berpotensi terhindar dari resesi, namun respons Indonesia terhadap virus corona pada 17 ribu pulaunya telah kacau,” tulis Politico dikutip Senin (1/6).

Politico juga menyoroti penanganan kasus covid-19 yang terjadi di DKI Jakarta. Meski penyebaran virus ini tergolong masif, pemerintah hanya melakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara ringan.

Kebijakan itu dinilai mereka berpotensi meningkatkan penyebaran virus. Politico mengutip Reuters juga menyebut jika sistem pendataan kematian Indonesia akibat Covid-19 tergolong rendah.

“Tingginya tingkat perokok di negara tersebut menunjukkan populasi yang rentan,” tulis Politico.

Menanggapi riset tersebut, pengamat ekonomi membenarkan jika Indonesia memiliki potensi selamat dari jurang resesi ekonomi akibat Covid-19. Hal ini mempertimbangkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 yang masih positif 2,97 persen.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan meskipun pertumbuhan ekonomi anjlok tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama menjadi salah satu yang terbaik dibandingkan sejumlah negara lain.

“Kalau misalnya tren seperti ini terus bisa dijaga, kita punya peluang menghindari resesi ekonomi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Meski punya potensi, ia tetap mengingatkan pemerintah. Menurutnya, Indonesia bisa benar- benar lepas dari resesi apabila penularan virus corona bisa diatasi.

Ini merupakan syarat mutlak yang harus dicapai agar Indonesia bebas dari jeratan resesi. Menurutnya, jika kurva positif Covid-19 tak kunjung berkurang, maka tekanan yang terjadi pada ekonomi juga berlangsung semakin lama.

Berkaitan dengan penurunan jumlah kasus positif corona inilah, ia menyebut kinerja tim kesehatan pemerintah kurang maksimal dibandingkan dengan tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju.

“Ketika masuk new normal nanti, kalau protokol kesehatan tidak jelas, maka potensi terjadi second wave (gelombang dua) Covid-19 besar. Kalau itu terjadi, maka kinerja ekonomi semester II bakalan negatif dan resesi,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Pieter Abdullah mengamini pernyataan Fithra. Menurutnya Indonesia berpeluang terlepas dari resesi ekonomi jika penanganan Covid-19 berjalan maksimal.

“Kemungkinan bisa diwujudkan apabila tidak ada second wave wabah setelah diberlakukannya pelonggaran ekonomi atau new normal,” ucapnya.

 

Sumber : cnnindonesia