Indeks Harga Produsen AS Bulan Oktober Secara Mengejutkan Naik

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Indeks harga produsen AS bulan Oktober secara mengejutkan naik akibat naiknya biaya pada sektor jasa dan makanan yang melebihi penurunan harga energi.

Kenaikan 0.2% pada indeks harga produsen mengikuti penurunan 0.1% pada bulan sebelumnya, menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS hari ini di Washington. Perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg menyatakan turun 0.1%.

Kenaikan pada bulan Oktober mencerminkan kenaikan tinggi pada biaya sektor jasa sejak Juli 2013 silam. Meski dengan kenaikan bulan lalu, indeks harga produsen dalam setahun terakhir mengalami kenaikan 1.5%, kenaikan terkecil sejak Februari dan tanda-tanda bahwa pelambatan pada pasar global tengah mengurangi permintaan akan bahan baku seperti minyak mentah.

Perkiraan rata-rata didasarkan pada survey dari 74 ekonom. Proyeksi berkisar dari penurunan 0.4% hingga kenaikan 0.2%.

Indeks harga produsen diluar biaya makanan dan energy naik 0.4% setelah tidak berubah dari awal bulan. Sementara survei Bloomberg menyatakan naik 0.1%.
Dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya, indek sinti (core) naik 1.8% dalam setahun hingga berakhir Oktober lalu setelah sempat naik 1.6%.

Biaya sektor jasa bulan Oktober naik 0.5%, mencerminkan rekor kenaikan pada?margin?yang diterima pada ritel dan grosir. Harga-harga untuk barang-barang pada bulan lalu turun 0.4%, penurunan tajam sejak April 2013 lalu dan naik 1.1% sejak Oktober 2013 lalu.

Biaya energi bulan lalu turun 3%, penurunan tajam sejak Maret 2013 lalu. Pada 16 November lalu rata-rata harga dari sebuah galon gas tanpa timbal reguler seharga $2.89, level harga terendah sejak 2010 lalu.
Biaya makanan grosir naik 1% akibat harga sayur-sayuran, telur dan daging naik. (bgs)

Sumber : Bloomberg