IHSG Terlempar ke Zona Merah

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis menyusul pelemahan pada indeks saham Wall Street yang terperosok.

Pantauan Metrotvnews.com pukul 09.10 WIB Jumat, 30 September, dibuka melemah tipis 6,469 poin atau setara 0,119 persen ke posisi 5.425.

Pagi ini, gerak indeks sempat menyentuh level tertingginya di posisi 5.425, serta level terendahnya di posisi 5.408. Sementara pada pembukaan perdagangan pagi berada di 5.412.

Volume perdagangan saham pagi ini dibuka sebanyak 277,3 juta lembar senilai Rp324,9 miliar. Sebanyak 56 saham menguat, 911 saham melemah, 70 saham stagnan, dan terjadi 12.937 kali frekuensi.

Beberapa sektor pagi ini juga mendarat di zona merah, di mana pelemahan paling tinggi dipegang dari sektor konsumer sebesar 7,21 poin. Sementara sektor keuangan dan infrastruktur aman berada di jalur hijau.

Saham-saham yang menguat pagi ini di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp475 menjadi Rp62.975, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp250 ke Rp15.975, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp100 ke Rp2.950.

Sementara saham-saham yang melemah pagi ini di antaranya yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merosot Rp575 ke Rp45.125, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp375 ke Rp18.125, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp150 ke Rp18.000.

Rupiah Kembali ke Level Rp13.000/USD

Mata uang Garuda pagi ini diperdagangkan sedikit melemah tipis jika dibandingkan kemarin. Pelemahan ini disebabkan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sebagaian besar mata uang di Asia.

Bloomberg melansir, Jumat, 30 September, nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp12.988 per USD jika dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp12.972 per USD. Saat ini, posisi rupiah terus melemah dan mencapai level Rp13.000 per USD atau melemah hingga 28 poin yang setara 0,22 persen.

Adapun rentang gerak rupiah pagi ini diperdagangkan di level Rp12.986-Rp13.013 per USD. Mata uang lokal ini mencatat year to date (ytd) return sebesar 5,92 persen.

Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp12.977 per USD. Gerak rupiah terpantau melemah hingga mencapai sembilan poin atau setara 0,0694 persen.

Seperti diketahui, mengutip Antara, kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena investor memilah-milah data produk domestik bruto (PDB) negara itu yang baru dirilis.

PDB riil Amerika Serikat meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,4 persen di kuartal kedua 2016. Perkiraan terbaru lebih tinggi dari konsensus pasar naik 1,3 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,17 persen menjadi 95,596 pada perdagangan terakhir Kamis. Pada perdagangan terakhir di New York, euro tetap datar di 1,1212 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2968 dolar AS dari 1,3015 dolar AS. Dolar Australia turun menjadi 0,7647 dolar AS dari 0,7686 dolar AS.

sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com