IHSG Siang Ini Parkir ke Zona Merah

Rifan FinancindoRIFANFINANCINDO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka menguat cukup tajam. Pelemahan mata uang Garuda berbanding terbalik dengan USD yang mengalami defensif.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka membaik ke level Rp13.319/USD. Posisi ini menguat 21 poin dari sebelumnya berada di level Rp13.340/USD.

Posisi rupiah pada data Yahoo Finance di awal perdagangan hari ini dibuka pada level Rp13.327/USD dan pasa pukul 10.05 WIB semakin menguat ke level Rp13.322/USD atau menguat dari posisi pekan kemarin di level Rp13.343/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.308-Rp13.329/USD.

Raihan positif juga terlihat pagi ini menurut Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.320/USD atau menanjak dari posisi sebelumnya Rp13.330/USD. Pergerakan harian rupiah pada awa; pekan ada di kisaran Rp13.318-Rp13.328/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (15/5/2017) USD memulai memulai pekan ini dengan defensif setelah data ekonomi AS terpukul oleh harapan dan uji coba rudal lainnya yang dilakukan Korea Utara selama akhir pekan mendukung yen safe haven.

Indeks USD yang mengukur mata uangnya terhadap enam mata uang saingan utama, sedikit lebih rendah pada hari ini di level 99.226. USD tergelincir 0,1% terhadap mitra Jepang, yen menjadi 113,28 dan euro terhadap USD turun tipis 0,1% menjadi 1,0924.

Pada hari ini, Korea Utara mengatakan telah berhasil melakukan uji coba rudal jarak jauh yang baru dikembangkan pada Minggu, yang diawasi Kim Jong Un dan bertujuan untuk memverifikasi kemampuan untuk membawa “hulu ledak nuklir skala besar yang berat,” menurut Kantor berita resmi KCNA Korea Utara.

Korut menembakkan sebuah rudal balistik yang mendarat di laut dekat Rusia pada Minggu dalam sebuah peluncuran, sebuah pesan ke Korea Selatan, beberapa hari setelah presiden barunya mengambil alih jabatan untuk melibatkan Pyongyang dalam dialog.

Pada Jumat, data AS menunjukkan kenaikan yang lebih kecil dari perkiraan kenaikan penjualan ritel April dari bulan sebelumnya, sementara laporan mengecewakan mengenai harga konsumen menimbulkan kekhawatiran tentang sektor ritel dan ekonomi yang lebih luas.

Federal Reserve (The Fed) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan. Bank sentral telah memperkirakan kenaikan dua lagi tahun ini setelah kenaikan pada Maret.