IHSG Sesi Pagi Menghijau

ihsg 2RIFANFINANCINDO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau untuk meneruskan tren positif sejak kemarin. Bursa saham Tanah Air pagi ini dibuka naik 4,96  poin atau setara dengan 0,09% ke level 5.696,395 di tengah pergerakan mixed bursa Asia.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup berhasil bertahan di zona hijau. Bursa saham dalam negeri menguat sebesar di level 5.691,44 dengan tambahan 15,91 poin atau 0,28%.

Sektor saham di awal perdagangan hari ini hampir semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi yaitu konsumen yang naik 0,41% dan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan yang turun 0,36%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,71 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp17,09 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp13,37 miliar. Tercatat 26 saham naik, 13 turun dan 48 mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik Rp500 menjadi Rp47.700, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) bertambah Rp60 menjadi Rp3.100 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) meningkat Rp50 menjadi Rp6.350.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyusut Rp100 menjadi Rp14.525, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) turun Rp75 menjadi Rp14.500 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berkurang Rp25 menjadi Rp12.200.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (13/6/2017) pasar saham Asia dibuka mixed ketika saham teknologi memperpanjang kerugian bursa saham Amerika Serikat. Di Jepang, indeks Nikkei menyusut 0,05% ketika indeks patokan Korea Selatan yakni Kospi justru naik 0,43%.

Raihan positif juga diperlihatkan bursa Australia saat indeks ASX 200 yang lebih tinggi 0,59% setelah pasar saham dibuka kembali pasca libur. Indeks Hang Seng di Hong Kong memperoleh tambahan 0,37% di awal perdagangan dan bursa saham di daratan China variatif. Komposit Shanghai tergelincir 0,13% dan komposit Shenzhen naik tipis 0.061%.

IHSG Berpotensi Menguat, Meski Pergerakannya Terbatas

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (13/6). Penguatan IHSG tak terlepas dari sentimen positif data penjualan kendaraan bermotor roda empat yang akan dirilis dan diproyeksikan meningkat.

William Surya Wijaya, Analis dari Indosurya Mandiri Sekuritas meramal, IHSG akan bergerak pada konsolidasi wajar dengan potensi support yang terus diuji untuk melanjutkan kenaikan. “IHSG akan berada di rentang 5.661 – 5.747,” ujarnya, Selasa (13/6).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memprediksi, IHSG dapat bergerak positif karena pelaku pasar akan memanfaatkan momentum pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk. Meskipun, tidak banyak saham-saham berkapitalisasi besar yang diborong pelaku pasar, namun laju IHSG bisa bertahan di zona hijau sepanjang sesi pergerakan awal pekan ini.

“Penguatan akan ditopang oleh saham-saham lapis kedua yang memiliki tren pembalikkan arah naik. Selain itu, transaksi asing yang melakukan aksi beli dapat mempertahankan laju IHSG menguat, meski diimbangi oleh laju rupiah yang kembali variatif melemah” tutur dia.

Melanjutkan perdagangan hari ini, David Sutyanto, Analis First Asia Capital memproyeksi, IHSG akan berada dalam rentang support 5.670 hingga 5.700 yang rawan koreksi. “IHSG bergerak bervariasi di tengah meningkatnya risiko pasar saham global, serta antisipasi pasar atas kenaikan Fed Fund Rate pada pertemuan The Fed pekan ini,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (12/6), IHSG berhasil rebound setelah terkoreksi pada dua hari perdagangan sebelumnya. Perdagangan di pasar reguler kurang bergairah yang tercermin dari nilai transaksi sebesar Rp3 triliun.

IHSG ditutup menguat 15,91 poin atau 0,28 persen. Penguatan terjadi di tengah koreksi yang umumnya terjadi di pasar saham kawasan Asia, menyusul meningkatnya perhatian pasar atas pertemuan yang diperkirakan membuat Fed Fund Rate naik 25 basis poin.