IHSG Rawan Terjegal Aksi Ambil Untung

ihsg 2PT RIFAN FINANCINDO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada hari ini, Senin (21/8). Pelaku pasar diproyeksi melakukan aksi ambil untung (profit taking). Pengamat pasar modal dari Buana Capital Suria Dharma menyatakan, laju IHSG yang sudah terlalu tinggi pada pekan lalu menjadi alasan pasar mengambil untung. Seperti diketahui, IHSG sepanjang pekan lalu naik tajam hingga 2,21 persen.  “Diperkirakan masih stagnan atau terbatas, tidak berani terlalu naik juga karena kenaikannya kemarin sudah terlalu tinggi,” ucap Suria kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (20/8).

Menurut Suria, laju IHSG masih akan dipengaruhi oleh Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Sikap optimis pemerintah terkait target yang tercantum dalam RAPBN 2018 memberikan stimulus kepada pasar. “Target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen masih mungkin. Itu normal, pemerintah optimistis,” sambung Suria.

Selain dinilai optimistis, target pemerintah juga dinilai lebih realistis karena kenaikannya yang hanya single digit. Misalnya saja, pendapatan negara yang meningkat 8,2 persen menjadi Rp1.878,4 triliun dan belanja negara naik 3,3 persen menjadi Rp2.204,4 triliun. “Diharapkan kondisi ini lebih kredibel, jadi tidak terlalu tinggi seperti dulu-dulu,” terangnya.

Selain itu, laju IHSG juga dipengaruhi oleh pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus kemarin di Istana Merdeka. “Mereka bersalaman, itu peristiwa kecil tapi mempengaruhi karena pasar senang melihatnya,” jelas Suria.

Hari ini, Suria meramalkan, IHSG bergerak dalam rentang support 5.850 dan resistance 5.900. Sementara, sepanjang pekan ini IHSG diprediksi berada dalam rentang support 5.800 dan resistance 5.900.

Di sisi lain, analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi berpendapat, kondisi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara masih akan menghambat laju IHSG untuk tetap bertahan di teritori positif. Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati kelanjutan rencana kenaikan suku bunga The Fed. Hanya saja, sentimen positif datang dari saham berbasis tambang. “Pertambangan akan menjadi pendorong dan diikuti sektor barang konsumsi. Kemudian perbankan akan menyusul setelah suku bunga ternyata dirilis turun,” kata Lanjar.

Dengan demikian, Lanjar menilai, IHSG akan bergerak bervariasi sepanjang hari ini. Menurutnya, indeks berada dalam rentang support 5.870 dan resistance 5.950.

( cnnindonesia.com )