IHSG pagi tertekan penurunan 8 sektor

RIFAN FINANCINDO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada awal transaksi perdagangan hari ini (24/11). Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.18 WIB, indeks tercatat turun 0,41 persen menjadi 5.190,38.

Terdapat 103 saham yang menekan langkah indeks. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 93 saham dan 73 saham lainnya diam di tempat.

Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 1,306 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 545,466 miliar.

Sementara itu, delapan sektor memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar antara lain: sektor industri lain-lain turun 0,78 persen, sektor barang konsumen turun 0,62 persen, dan sektor manufaktur turun 0,57 persen.

Saham-saham indeks LQ 45 yang menghuni posisi top losers antara lain: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2 persen menjadi Rp 1.470, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,61 persen menjadi Rp 10.725, dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) turun 1,27 persen menjadi Rp 2.330.

Sedangkan saham-saham di posisi top gainers indeks LQ 45 antara lain: PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 4,01 persen menjadi Rp 16.225, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 2,97 persen menjadi Rp 3.470, dan PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) naik 2,69 persen menjadi Rp 1.720.

Kendati indeks melemah, namun investor asing mulai kembali membeli saham Indonesia. Pagi ini, nilai pembelian bersih (net buy) asing mencapai Rp 4 miliar di seluruh market dan Rp 4 miliar di pasar reguler.

Asia beragam

Sementara, bursa Asia kembali dibuka beragam pada awal transaksi perdagangan pagi ini (24/11). Berdasarkan data CNBC, pada pukul 08.24 waktu Singapura, indeks Nikkei 225 Stock Average dibuka dengan kenaikan 0,86 persen. Sedangkan indeks Topix Jepang naik 0,79 persen.

Bursa Jepang berhasil positif karena mendapat sokongan dari pelemahan yen. Asal tahu saja, pagi ini pukul 06.59 waktu Hong Kong, indeks dollar diperdagangkan di level 101,78, naik dari level sebelumnya pada Rabu kemarin di 101,02.

Yen terus melemah terhadap dollar AS dan diperdagangkan di posisi 112,59. Sedangkan euro melemah ke posisi US$ 1,0540 dari level US$ 1,06. Sedangkan nilai tukar poundsterling berada di posisi US$ 1,2430.

Adapun indeks acuan Asia lainnya tampak memerah. Indeks Kospi Korea Selatan, misalnya, turun 0,3 persen. Di Australia, indeks ASX 200 turun 0,14 persen meski sempat dibuka naik 0,2 persen.

Pergerakan mixed bursa Asia mengekor kondisi yang terjadi di pasar saham AS semalam. Sekadar mengingatkan, Wall Street juga berakhir mixed. Indeks Dow Jones ditutup dengan kenaikan 0,31 persen menjadi 19.083,18, indeks S&P 500 naik 0,08 persen menjadi 2.204,72, dan indeks Nasdaq ditutup turun 0,11 persen menjadi 5.380,68.

“Volume transaksi di pasar saham AS terbilang minim dan itu cukup mengejutkan mengingat AS akan libur Thanksgiving. Namun secara umum, pasar bullish masih akan berlanjut,” jelas Chris Weston, chief market strategist IG Ltd.

Sumber kontan.co.id