IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini masih bertahan di zona hijau. Kendati tidak setinggi kemarin, gerak IHSG perlahan stabil di jalur hijau.

IHSG Jumat, 16 September, dibuka menguat 21,603 poin atau setara 0,41 persen ke posisi 5.287. Gerak tertinggi IHSG sempat menyentuh 5.304 dan terendah berada di 5.287.

Volume perdagangan IHSG pagi ini dibuka sebanyak 344,2 juta lembar saham senilai Rp347,3 miliar. Sebanyak 144 saham menguat, 26 saham melemah, 48 saham stagnan, dan terjadi 12.438 kali frekuensi.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 dibuka menguat 7,212 poin atau setara 0,795 persen ke 914. Sedangkan indeks saham JII naik 5,4 poin atau setara 0,7 persen ke 734.

Tim Analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG menguat seiring dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD293,6 juta pada Agustus dan optimisme Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk meraih dana tebusan pengampunan pajak akan tembus Rp 45 triliun sampai berakhirnya periode I program tersebut pada 30 September 2016.

“Berdasarkan data DJP, hingga pukul 23.00 WIB, dana tebusan murni berdasarkan surat pernyataan harta mencapai Rp13,1 triliun, sedangkan dana tebusan berdasarkan surat setoran pajak (SSP) mencapai Rp22,7 triliun, adapun dana repatriasi naik 11 persen menjadi Rp26 triliun,” ungkap analisa tersebut.

Sejumlah nama konglomerat dikabarkan akan segera melaporkan pajaknya diantaranya Dato’ Sri Tahir (Mayapada) dan Anindya Bakrie (keluarga Bakrie).

( http://ekonomi.metrotvnews.com )

Bursa Asia Menguat Karena Melemahnya Spekulasi Kenaikan Fed Rate

Bursa saham Asia pulih dari penurunan beruntun terpanjang sejak Mei, setelah data AS yang lebih lemah dari yang diantisipasi memicu keterlambatan dalam ekspektasi investor untuk kenaikan suku bunga Amerika, memacu reli di aset berisiko.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 136,82 pada pukul 09:05 pagi di Tokyo, menghentikan penurunan selama enam hari dan memangkas kerugian pekan ini menjadi 2,5 persen. Laporan hari Kamis menunjukkan produksi industri AS terkontraksi lebih dari perkiraan, sementara penjualan ritel tak terduga turun, mengirim peluang untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve minggu depan di bawah 20 persen. Sekitar $ 2 triliun terhapus dari nilai pasar ekuitas global pada minggu terakhir di tengah kekhawatiran bank sentral enggan untuk meningkatkan stimulus bahkan karena kegaduhan dalam ekonomi global.

Setelah pengisian sampai kuartal kedua, konsumen AS menunjukkan tanda-tanda keletihan pada awal paruh kedua 2016, dengan penjualan inti turun 0,1 persen pada bulan Agustus. Produksi industri turun 0,4 persen, lebih buruk dari perkiraan ekonom untuk penurunan 0,2 persen. Pedagang sekarang memperkirakan kesempatan dari kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed tanggal 21 September sebesar 18 persen, turun dari 34 persen pada awal bulan dan 20 persen sebelum rilis data.

Pada hari Kamis Bank of England mempertahankan tingkat pembelian aset, dengan perhatian sekarang beralih ke The Fed dan Bank of Japan, yang keduanya akan bertemu minggu depan untuk meninjau kebijakan. Prediksi bervariasi tentang apakah BOJ dapat memutuskan, dengan segala sesuatu dari meningkatnya pembelian obligasi pemerintah, semakin memperdalam suku bunga negatif, atau tidak ada tindakan yang diambil sama sekali.(Bloomberg)

PT RIFAN FINANCINDO