IHSG Kena Profit Taking Pasca Cetak Rekor

IHSGRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena aksi ambil untung setelah pekan lalu cetak rekor tertinggi. Aksi jual ini membuat IHSG turun 21 poin.

Sementara anilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka Rp 12.513
per dolar AS. Melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 12.475 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 21,246 poin (0,40%) ke level 5.302,639. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 5,376 poin (0,58%) ke level 921,148.

Membuka perdagangan awal pekan, Senin (26/1/2015), IHSG berkurang 23,970 poin (0,45%) ke level 5.299,915. Indeks LQ45 mundur 5,838 poin (0,63%) ke level 920,686.

Hampir semua saham-saham yang pekan lalu menguat kini jadi sasaran aksi jual. Hanya indeks sektor agrikultur yang masih bisa menguat.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG jatuh 33,389 poin (0,63%) ke level 5.292,889. Sementara Indeks LQ45 anjlok 7,371 poin (0,84%) ke level 918,699.

Akhir pekan lalu IHSG melesat 70 poin menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Kisruh antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mempengaruhi minat investor untuk ‘berburu’ saham.

Bursa saham Wall Street berakhir variatif. Kabar yang kurang menggembirakan dari sejumlah emiten menyeret Indeks Dow Jones dan S&P 500 di zona merah.

Bursa-bursa di Asia pagi ini bergerak mix. Aksi ambil untung juga terjadi di sejumlah bursa regional, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.

Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 117,32 poin (0,67%) ke level 17.394,43.
  • Indeks Hang Seng melonjak 327,82 poin (1,34%) ke level 24.850,45.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,42 poin (0,25%) ke level 3.351,76.
  • Indeks Straits Times melemah 9,06 poin (0,27%) ke level 3.402,44.

(ang/hds)