IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

IHSG Berpeluang Lanjutkan PenguatanRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Perdagangan akhir pekan ini, Jumat 15 Januari 2016, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat terbatas dengan topangan redahnya risiko pasar global.

Analis First Asia Capital David N Sutyanto mengatakan IHSG diperkirakan bergerak dikisaran 4.490 hingga 4.570? dengan peluang menguat.
Menurut dia, langkah Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan likuiditas akan menopang sentimen positif terhadap saham-saham sektoral yang sensitif suku bunga, seperti perbankan, otomotif, dan properti.
Sedangkan kenaikan harga minyak mentah menjadi momentum positif rebound saham berbasiskan komoditas.
David mengungkapkan, tadi malam Wall Street berhasil rebound (balik arah). Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 1,41 persen dan 1,67 persen tutup di 16.379,05 dan 1.921,84.
Rally di Wall Street tadi malam terutama ditopang rebound harga minyak mentah yang mengangkat kembali harga saham sektor energi. “Harga minyak mentah tadi malam di AS naik 2,2 persen di US$31,15 per barel,” ujarnya.
Di sisi lain, pasar juga merespons positif pernyataan gubernur bank sentral negara bagian St Louis di AS, James Bullard, yang mengindikasikan kenaikan tingkat bunga The Fed ke depan akan lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya, menyusul rendahnya perkiraan inflasi di bawah target dua persen karena turunnya harga minyak mentah.
Sementara, David mengingatkan, perdagangan saham kemarin, di sesi pertama, didominasi aksi jual pemodal menyusul meningkatnya resiko pasar, terutama dipicu teror bom yang melanda ibu kota Jakarta.
“Di luar sentimen teror bom, pergerakan pasar sudah cenderung negatif terimbas faktor kawasan dan global,” tuturnya.
Menurut David, IHSG sempat anjlok 1,72 persen pada penutupan sesi pertama. Namun kepanikan pasar akibat teror bom tidak berlangsung lama.
Langkah BI yang secara mengejutkan menurunkan tingkat bunga BI Rate 25 bp menjadi 7,25 persen berhasil memulihkan pasar sehingga IHSG ditutup hanya koreksi 23,998 poin (0,53 persen) di 4.513,181.
“Aksi beli pemodal atas saham perbankan yang mendapatkan momentum positif setelah penurunan BI Rate menjadi penopang utama yang menahan koreksi indeks,” ujarnya.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id