IHSG Bergerak di Zona Merah

ihsg turunRIFAN FINANCINDO – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah jelang akhir pekan ini. Pelemahan IHSG senada dengan Bursa Asia.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (21/7/2017), IHSG melemah 0,68 poin atau 0,01 persen ke level 5.824,5.

Kondisi ini berlanjut pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG susut 3,05 poin atau 0,05 persen ke level 5.822,15.

Ada sebanyak 84 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sebanyak 28 saham melemah dan 85 saham lainnya diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.831,46 dan terendah 5.819,4.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.556 kali dengan volume perdagangan 208,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 119,8 miliar.

Investor asing melakukan aksi jual reguler sekitar Rp 2,49 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.319.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah yang dipimpin sektor saham perkebunan. Sektor saham ini melemah 0,52 persen.

Disusul sektor saham konstruksi melemah 0,19 persen dan sektor saham industri turun 0,14 persen. Sementara sektor yang melemah infrastruktur turun 0,37 persen, pertambangan 0,29 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham HOME melonjak 10,71 persen ke level Rp 248 per saham, saham CFIN naik 6,21 persen ke level Rp 308 per saham, dan saham VICO menanjak 5,96 persen ke level Rp 462 per saham.

Sedangkan saham-saham yang cetak top losers antara lain saham AISA susut 8,72 persen ke level Rp 1.465 per saham, saham MBAP merosot 6,98 persen ke level Rp 2.000 per saham, dan saham GEMS merosot 4,55 persen ke level Rp 2.100 per saham.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi sebelumnya memperkirakan IHSG bergerak di support 5.794 dan resistance 5.860.

IHSG bertengger pada level 5.825,21 atau menguat 18,52 poin pada perdagangan kemarin. Penguatan IHSG sejalan penguatan bursa di Asia yang mayoritas menguat. Penguatan IHSG sendiri ditopang oleh sektor saham aneka industri dan pertanian.

“Indeks sektor aneka industri memimpin penguatan hingga 0,76 persen disusul sektor pertanian 0,76 persen,” kata dia.

Penguatan IHSG dipicu oleh pemberian peringkat Fitch di mana Indonesia kembali mendapat status layak investasi (investment grade). Itu memberikan kepercayaan pada investor.

“Bertahannya peringkat rating kredit Indonesia di level BBB- oleh Fitch rating menjadi salah satu faktor optimisme investor,” ujar dia. ( liputan6.com )