IHSG Berbalik Arah ke Jalur Merah

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi kedua di siang ini terpantau terjebak di jalur merah, usai pada perdagangan pagi tadi mampu duduk di jalur hijau. IHSG belum mampu bergerak terus menguat meski ada sejumlah sentimen yang datang baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

IHSG Rabu, 10 Agustus, perdagangan siang ditutup melemah sebanyak 30,86 poin atau setara 0,6 persen ke posisi 5.409. Sedangkan saham unggulan LQ45 melemah sebanyak 8,19 poin atau setara 0,9 persen ke 928 dan JII juga mengalami pelemahan sebanyak 6,03 poin atau setara 0,8 persen ke posisi 751.

Pada siang ini, seluruh sektor mayoritasnya bergerak di zona pelemahan dan sangat minim yang bergerak di zona penguatan. Hanya sektor perkebunan yang menguat sebanyak 16,07 poin. Sedangkan sektor konsumer melemah sebanyak 10,30 poin, dan sektor infrastruktur melemah sebanyak 10,23 poin.Bursa | Sesi Siang, IHSG Berbalik Arah ke Jalur Merah

Volume perdagangan pada siang ini tercatat sebanyak 4,4 miliar lembar saham senilai Rp2,8 triliun. Sebanyak 147 saham menguat, sebanyak 159 saham melemah, sebanyak 87 saham mengalami stagnan, dan sebanyak 177 saham tidak mengalami perdagangan.

Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Wijanarko mengungkapkan bahwa aksi profit taking kaum bearish yang tidak tahan dengan volatilitas regional di tengah kondisi overbought mampu dibendung oleh kaum bullish untuk menahan gerak indeks di atas level 5.400.

“Dengn adanya keadaan tersebut maka ada potensi kembalinya kaum banteng untuk mengakumulasi saham big cap index drivers dan lapis kedua pilihan. Maka, direkomendasikan membeli untuk skenario breakout IHSG di atas level 5.500,” kata Yuganur.

Sementara itu, Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan, walau ada peluang untuk menguat setelah kemarin mengalami pelemahan, tapi indeks pada hari ini akan tertekan sentimen harga komoditas global yang bergerak fluktuatif.

“Pola gerak indeks masih menunjukkan potensi kenaikan, seiring berlanjutnya capital inflow dan perbaikan kondisi ekonomi domestik. ?Namun, untuk harga komoditas yang masih belum stabil akan memberikan sedikit pengaruh terhadap pola pergerakan IHSG,” pungkas William.

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/

RIFAN FINANCINDO