Hari Ini, IHSG Berpeluang Lanjutkan ‘Rebound’

imagesRIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Pasar global yang kondusif dan peluang penguatan rupiah atas dolar Amerika Serikat membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan rebound pada perdagangan hari ini.

“IHSG akan bergerak dengan support di 4.900 dan resisten di 4.970,” ujar Analis First Asia Capital, David N Sutyanto kepada VIVA.co.id, Kamis, 11 Juni 2015.

Menurut dia, harga saham sektoral yang saat ini relatif murah juga akan mendukung penguatan indeks. Saham-saham sektor konsumsi, properti dan perbankan berpeluang diburu pelaku pasar.

Setelah menguat hingga 75 poin, IHSG akhirnya hanya menguat 33,675 poin (0,69 persen) di 4933,557 pada penutupan perdagangan kemarin. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp500,65 miliar.

“Penguatan IHSG kemarin lebih dipicu saham-saham lapis dua yang bergerak di properti, barang konsumsi, perdagangan dan manufaktur. Sedangkan saham unggulan seperti perbankan masih terkoreksi,” ujarnya menjelaskan.

Penguatan IHSG kemarin turut dipicu sentimen menguatnya rupiah terhadap dolar AS di Rp13.329 dari hari sebelumnya di Rp13.362 per dolar AS berdasarkan kurs Bank Indonesia (BI).

Sementara, bursa global, zona Euro dan Wall Street, tadi malam rebounddipicu optimisme atas perkembangan negosiasi utang Yunani. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 2 persen. Indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 1,33 persen dan 1,20 persen ditutup di 18000,40 dan 2105,20.

“Pasar menyambut positif komentar Merkel, Kanselir Jerman, yang mengindikasikan akan memberikan dana talangan ke Yunani apabila Yunani memenuhi salah satu program reformasi ekonominya,” ujarnya menambahkan.

Selain dipicu faktor Yunani, kenaikan saham sektor energi turut mendukung penguatan Wall Street setelah harga minyak mentah tadi malam di AS naik 1,6 persen di US$61,12 per barel setelah data mingguan cadangan minyak mentah AS menunjukkan penurunan pekan lalu hingga 6,8 juta barel, meningkat dari pekan sebelumnya 1,9 juta barel.

“Ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS.”

(mus)

Sumber :?http://bisnis.news.viva.co.id